Ada Kampanye, Pemadaman Listrik Batal

Kompas.com - 16/06/2009, 08:53 WIB

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - PLN Wilayah Lampung menjamin tidak akan ada pemadaman listrik di wilayah Bandarlampung pada Selasa. "Pemadaman listrik tidak akan ada hingga kampanye SBY usai," kata Humas PLN Wilayah Lampung, Sumargo, di Bandarlampung, Selasa.
    
Hal yang sama juga dilakukan PLN Lampung saat kampanye capres Jusuf Kalla (JK) di Graha Wangsa pada Sabtu (13/6). "Berdasarkan permintaan dari pemerintah daerah dan paspampres, PLN tidak akan melakukan pemadaman," kata dia.
    
PLN Wilayah Lampung merencanakan pemadaman listrik secara serentak di Bandarlampung selama sembilan jam, yaitu antara pukul 08.00-17.00 WIB. Pemadaman itu perlu dilakukan karena adanya peremajaan komponen "cubicle" di Gardu Induk Tanjung Karang yang berfungsi untuk menjaga kestabilan distribusi listrik
    
Pemadaman dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Lampung karena suplai listrik di seluruh wilayah Lampung dihasilkan oleh gardu tersebut. Menurut rencana, pemadaman awalnya dilakukan pada Sabtu (13/6), namun kemudian dibatalkan karena pada hari itu, capres Jusuf Kalla, melakukan kampanye dialogis di Gedung Graha Wangsa, Bandarlampung. Tempat Jusuf Kalla berkampanye, yakni Gedung Graha Wangsa, Bandarlampung, termasuk dalam wilayah yang akan dipadamkan.
    
"Kami tidak ingin kampanye berantakan akibat pemadaman seharian," kata Sumargo. Kemudian, PLN Wilayah Lampung memutuskan untuk menunda pemadaman serentak di Bandarlampung hingga selesai kampanye capres SBY pada Selasa ini.
    
Menurut dia, rencana pemadaman serentak itu dibuat sebelum jadwal kampanye berlangsung, namun kemudian terpaksa diubah demi kelancaran kampanye pilpres. Sumargo belum dapat memastikan jadwal baru pemadaman serentak yang akan dilakukan PLN.
    
"Nanti jadwalnya akan kami bicarakan lagi," kata dia. Dia memastikan, akan mengumumkan kembali revisi pemberitahuan pemadaman serentak tersebut di media massa.
    
Pada saat perbaikan di Gardu Induk Tanjung Karang, pemadaman akan terjadi pada semua wilayah yang listriknya disuplai dari gardu itu, kecuali wilayah industri Panjang dan Jalan Dr Sutami, Bandarlampung, yang listriknya dipasok dari gardu berbeda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau