Harga Emas Turun, Tiba Saatnya Membeli

Kompas.com - 16/06/2009, 08:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga emas di pasar internasional belakangan cenderung melemah. Pada penutupan harga emas untuk pengiriman Agustus 2009 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) Amerika Serikat (AS), Senin (15/6) waktu setempat,  harga emas berada di 927,50 dollar AS per troy ounce. Harga ini telah turun 5,39 persen dari harga 980,4 dollar AS per troy ounce pada 1 Juni lalu.

Penguatan dollar AS lagi-lagi menjadi pemicu penurunan harga emas. Dampaknya, di pasar dalam negeri, harga emas juga ikut merosot. Kemarin, emas batangan di PT Logam Mulia dihargai Rp 315.000 per gram. Harga emas batangan ini telah turun 3,96 persen  dari harga pada akhir Mei lalu yang Rp 328.000 per gram.

Catatan saja, meski dalam beberapa hari terakhir rupiah melemah terhadap dollar AS, Logam Mulia belum menerapkan patokan kurs baru untuk transaksi emas batangan. Kini, mereka masih mematok nilai tukar rupiah Rp 9.950 per dollar AS. Di akhir Mei 2009, Logam Mulia sempat mematok kurs Rp 10.485 per dollar AS. Ini pula agaknya yang membuat harga emas di Logam Mulia masih terpuruk.

Pada tahun ini, posisi tertinggi harga emas di unit usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) itu tercapai pada 23 Februari 2009. Waktu itu, harga satu gram emas mencapai Rp 384.000. Selain karena harga emas di pasar dunia menembus 1.000 dollar AS per troy ounce, waktu itu kurs rupiah mencapai Rp 11.930 per dollar AS.

Nah, saat harga emas sedang turun seperti sekarang ini merupakan momen yang pas bagi investor untuk membeli emas batangan. Country Representative World Gold Council (WGC) Leo Hadi Loe mengingatkan, investor harus menghitung nilai tukar rupiah jika ingin berinvestasi emas berbasis rupiah. Sebabnya, fluktuasi kurs rupiah bisa membuat harga emas bergejolak.

Namun, dia menganggap investasi emas masih menarik karena harga emas bisa kembali menembus 1.000 dollar AS per troy ounce tahun ini.

Faktor lainnya, kini berinvestasi emas di Indonesia semakin gampang. "Sekarang emas bisa dijual sewaktu-waktu," tutur Manajer Divisi Syariah Perum Pegadaian Rudy Kurniawan. Investor antara lain bisa menjual emas di Mulia, bursa emas Pegadaian. (Wahyu Tri Rahmawati/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau