Popok Bayi Kalahkan Mi Instan

Kompas.com - 16/06/2009, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari 54 kategori utama untuk barang-barang konsumen yang perputarannya cepat (FMGC), popok bayi menjadi yang paling stabil pertumbuhannya dibanding barang konsumen lainnya, seperti shampo, susu, deterjen bubuk, dan perawatan kulit. 

Pada Januari-April 2009, pertumbuhan berdasarkan tingkat volume yang paling stabil pertumbuhannya adalah popok bayi, baik di tingkat hypermarket, minimarket, maupun pasar tradisional. Meskipun kalau dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, pertumbuhan kuartal I tahun ini tetap masih lebih jelek.

Di hypermarket, pertumbuhan naik 4,8 persen, di minimarket tahun ini naik 17,2 persen, dan di pasar tradisional naik 55,5 persen. "Mungkin ini disebabkan oleh musim hujan yang lebih panjang," ungkap Teguh Yunanto, Direktur Eksekutif Pengukuran Retail Nielsen, saat Jumpa Pers Perkembangan Terakhir Pasar Indonesia Januari-April 2009, Jakarta, Selasa (16/6).

Lebih lanjut, ia mengatakan, pertumbuhan yang bagus dari baby diapers tidak diikuti dengan mi instan. Produk ini hanya positif di hypermaket 53,4 persen. Untuk penjualan mi di minimarket tahun ini anjlok menjadi -0,3 persen, padahal tahun lalu 80,8 persen. Hal sama terjadi di pasar tradisional, tahun ini -14,4 persen. "Kemungkinan besar karena tahun lalu produk ini naik sampai 30 persen," tutur Teguh.

Data yang didapat Nielsen merupakan hasil pengumpulan data mingguan dari pembelian rumah tangga untuk kategori produk-produk kebutuhan sehari-hari di Jakarta, Bodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan rural Jawa yang berjumlah ratusan. Survei dilakukan terhadap 2.800 rumah tangga di urban dan 1.600 rumah tangga di rural.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau