BANDUNG, KOMPAS.com - Center XL Aspac Jakarta M Isman Thoyib berhasil melakukan slam-dunk pada saat timnya mengalahkan Garuda Flexi Bandung 86-74 dalam laga terakhir Indonesian Basketball League (IBL) 2009 putaran kedua seri keenam di GOR C-Tra Arena Bandung, Selasa (16/6). Pemuncak klasemen Satria Muda Britama Jakarta menutup seri reguler IBL dengan kemenangan atas Stadium Bhinneka Solo.
Slam-dunk Isman terjadi pada kuarter pertama, dan memperlebar selisih angka menjadi 8-2. Pemain Aspac bersorak menyambut aksi yang disaksikan sekitar 1.000 penonton itu. Tim Garuda langsung meminta time-out. Pasalnya, aksi itu semakin memperlebar selisih poin menjadi 8-2 untuk Aspac.
Pada kuarter ini, Garuda tampil buruk dengan penguasaan bola yang kerap terebut lawan. Selain itu, Garuda hanya berhasil memasukkan tiga dari 12 kali percobaan lemparan bernilai dua angka. Poin Garuda tertolong oleh lima kali tembakan bebas dan satu kali lemparan tiga angka. Satu lay-up Denny Sumargo pada detik akhir kuarter pertama menyelamatkan muka Garuda dengan skor 14-14.
Kuarter kedua dibuka dengan tambahan poin bagi Aspac melalui lay-up Xaverius Prawiro. Kerjasama antara Xaverius, Vinton Nolland, dan Isman membawa Aspac memenangi kuarter kedua dengan skor 42-33.
Selisih angka semakin menjauh pada kuarter ketiga. Bahkan, pada kuarter ini, Nolland bahkan melakukan slam-dunk kedua untuk Aspac setelah sebelumnya mencuri bola dari I Made Sudiadnyana.
Permainan Garuda baru membaik pada kuarter terakhir. Denny, Mario Wuysang, Octoviano Permata Sura bergantian menceploskan bola melalui lemparan tiga angka. Sayangnya, selisih angka yang sudah terlalu jauh tidak mampu terkejar. Kekalahan dramatis harus diterima garuda dengan skor 74-86.
Menanggapi kemenangan tersebut, pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah mengatakan, timnya bisa menang karena bermain lebih fokus. "Kalah menang itu biasa, tapi mungkin mereka kurang fokus tadi," kata Tjetjep.
Sedangkan pelatih Garuda Raoul M Hadinoto mengaku permainan timnya tidak bagus. Tidak seperti biasanya anak-anak bermain seperti tadi. Tentu masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Sementara itu, Satria Muda menutup kompetisi reguler ini dengan memenangi pertandingan terakhir mereka melawan Stadium Bhinneka dengan skor 63-49. Satria Muda menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan pada kompetisi reguler ini.
Meskipun demikian, manajer Satria Muda Dwui Eriano mengatakan, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki menjelang final four. Ia menilai, penampilan timnya masih labil. Kelabilan itu terutama pada aspek lemparan bebas dan turnover.
"Untuk final four, kami akan memperbaiki masalah tersebut. Performa puncak pemain juga akan kami jaga dengan menggelar sejumlah pertandingan uji coba dengan tim basket yang ada di Jakarta," kata Dwui.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang