Asap dan Api Akhiri Serentetan Ledakan di Mako Brimob

Kompas.com - 17/06/2009, 05:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ledakan keras terjadi di Markas Brigade Mobil (Brimob) Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu (17/6) dinihari sekitar pukul 02.15 WIB. Seorang petugas jaga Polres Metro Depok, mengatakan kepada ANTARA, ledakan itu berasal dari sebuah gudang simulasi yang berisi peluru.
     
"Laporan awal yang kami terima, ledakan tersebut mengakibatkan kebakaran pada gudang tersebut," katanya tanpa bersedia menyebutkan identitasnya.
Dia menjelaskan, anggota Polres telah berangkat ke lokasi terjadinya ledakan.
     
"Informasi dari TKP (tempat kejadian perkara) api sudah bisa dikuasai," katanya.  Sementara itu petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Damayanto, mengatakan sebanyak empat mobil pemadam sudah dikerahkan, yaitu tiga unit dari Depok dan satu dari markas pemadam Cimanggis.
     
"Petugas masih berada di lokasi," katanya. Menurut seorang warga jalan Jambu, Pondok Cina, Depok, Ny. Farida (42), ledakan keras terjadi dua kali, kemudian disusul rententan ledakan kecil.
     
"Saat ledakan terjadi lampu listrik padam dalam situasi turun hujan," katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kepolisian tentang penyebab pasti kebakaran tersebut.  Namun, kerasnya suara yang ditimbulkan ledakan itu terdengar hingga sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian, seperti diakui sejumlah warga Kukusan, dan di sekitar Kantor Walikota Depok, di Jalan Margondaraya. Hingga memasuki pukul 05.00 pagi, kepulan asap masih tampak membubung dari lokasi ledakan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau