Belasan Penyandang Cacat Dukung Mega-Prabowo

Kompas.com - 17/06/2009, 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Capres dan cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo menerima kunjungan belasan penyandang cacat yang tergabung dalam Pusat Pemilihan Umum Penyandang Cacat, Rabu (17/6). Para penyandang cacat berharap Mega-Prabowo memperjuangkan nasib mereka.

"Selama ini pemerintah tidak memerhatikan kami. Pendidikan sulit, infrastruktur sulit, dan dunia kerja juga tak memihak kami. Padahal, perusahaan mengalokasikan satu persen lapangan kerjanya untuk kami," kata salah seorang penyandang cacat, Bagus Supriyanto (40).

Megawati pun lantas berjanji akan melanjutkan upaya untuk memperjuangkan nasib penyandang cacat. "Saya sudah mengupayakannya ketika menjadi Presiden dan akan melanjutkan kembali seandainya saya dan Mas Bowo terpilih. Maka, pilihlah kami," ujar Mega.

Ketua Pusat Pemilihan Umum Penyandang Cacat Ariani mengatakan, di Indonesia ada sekitar 10 persen dari seluruh penduduk yang mengalami kecacatan. Dari jumlah itu, 60 persen di antaranya memiliki hak pilih. "Kami akan mengunjungi semua capres dan cawapres dalam rangka mendidik para penyandang cacat menjadi pemilih yang cerdas," ujar Ariani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau