Tim Kampanye JK-Wiranto Keluarkan Semua Pejabat BUMN

Kompas.com - 17/06/2009, 19:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim kampanye nasional JK-Wiranto menyatakan telah mengeluarkan nama sejumlah pejabat BUMN dalam daftar tim kampanye. Hal tersebut disampaikan Ketua Timkamnas JK-Wiranto, Fahmi Idris, seusai melakukan klarifikasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Kantor Bawaslu, Jakarta.

"Kami sudah mengeluarkan surat bahwa yang bersangkutan sudah tidak ada dalam timnas JK-Wiranto. Suratnya bermacam-macam, ada yang dikeluarkan tanggal 10 Juni," kata Fahmi, Rabu (17/6). Fahmi menuturkan, pihaknya memenuhi undangan Bawaslu untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan keikutsertaan pejabat BUMN dalam tim kampanye JK-Wiranto.

Sebelumnya, Bawaslu menyebut ada lima nama pejabat BUMN yang diduga masuk dalam daftar tim kampanye, di antaranya Komisaris Utama Telkom Tanri Abeng, Komisaris PTPN XI Fadhil Hasan, Komisaris Jamsostek Rekson Silaban, Komisaris Pelindo I Abdul Razak Manan, dan Komisaris Pertamina Sumarsono.

Dalam klarifikasinya, Fahmi mengakui memang benar sebelumnya ada sederet nama pejabat BUMN yang masuk dalam Timkamnas JK-Wiranto. Dirinya bahkan melakukan revisi atas daftar nama pejabat BUMN yang telah dikantongi Bawaslu.

"Ada nama pejabat BUMN yang tidak ada di Bawaslu, tetapi terdapat dalam Timkamnas kami juga sudah disampaikan," ujarnya.

Ia lantas menjelaskan, dari daftar nama yang dikantongi Bawaslu, nama Komisaris Pertamina Sumarsono tidak pernah masuk dalam daftar Timkamnas JK-Wiranto. Ia menambahkan, ada satu nama yang belum diketahui Bawaslu, yakni Komisaris Jamsostek Syukur Sarto. Namun, pihaknya telah melakukan audit dan mengeluarkan nama-nama tersebut dari Timkamnas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau