Mobil India Mendahului China di Amerika Serikat

Kompas.com - 17/06/2009, 20:03 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Produsen mobil India terus menunjukkan diri mereka sebagai pemain kelas dunia. Contohnya, Mahindra, yang dikenal sebagai produsen SUV terbesar di negara tersebut, mulai memasuki pasar Amerika Serikat.

Diperkirakan, Mahindra akan lebih dulu masuk ke pasar Amerika Serikat dibandingkan mobil asal China. Padahal, produsen seperti Chery dan Geely sejak 2004 sudah berencana memasarkan produknya di Amerika Serikat. Kenyataannya, sampai sekarang belum terealisasi.

Mahindra yang dibuat oleh Mahindra & Mahindra Ltd, Mumbai, India, akan memasarkan mobil bak terbuka atau pikap kecil dua dan empat pintu awal tahun depan.

Menurut Pawan Goenka, Presiden Bisnis Otomotif Mahindra, yang diwawancarai Bloombeg.com kemarin, kendati pasar mobil Amerika sedang payah dengan kondisi terburuk sejak tiga dekade terakhir, mereka melihat adanya celah. “Memang tidak populer. Namun, ada celah,” katanya.

Kondisi Amerika Serikat memang berat. Pengangguran meningkat. Semua itu dipicu dengan bangkrutnya General Motors dan Chrysler LLC. Justru kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Mahindra.

“Melemahnya ekonomi dan makin murahnya harga diesel bisa membantu produsen mobil India sukses merebut konsumen mobil Amerika Serikat,” komentara Eric Noble, seorang analis industri, Car Lab, di Los Angeles yang bekerja untuk perusahaan mobil.

“Tak ada salahnya meluncurkan produk baru. Kendati demikian, hal itu mesti berorientasi pada nilai,” tambah Noble.

Tantangan Berat
Karena merek Mahindra tidak dikenal sama sekali oleh konsumen Amerika Serikat, diperkirakan produsen mobil ini akan menghadapi masalah seperti yang pernah dialami oleh Hyundai, Toyota, dan Honda.

“Tantangannya sangat besar,” ungkap Puneet Gupta, seorang analis pada CSM Worldwide yang berbasis di New Delhi. “Menjual kendaraan dengan harga murah bisa jadi gagal, apalagi pasar yang dihadapi sudah matang (mature). Bisa merusak reputasi, jika produk tidak sesuai dengan harapan pembeli,” tambahnya.

Produk pertama yang ditawarkan Mahindra buat konsumen Amerika Serikat adalah SUV Scorpio dan Bolero di Amerika Serikat. Harga SUV yang akan ditawarkan, menurut Pawan Goenka, berkisar antara 20.000 dan 30.000 dollar AS. Untuk itu, Mahindra telah melakukan investasi 60 juta-70 juta dollar AS untuk memperbaiki penampilan SUV Scorpio sebagai pikap plus mendirikan 336 jaringan dealer.

Lawan Toyota
Nilai tambah yang ditawarkan Mahindra pada SUV tersebut adalah konsumsi bahan bakar yang irit. Klaim Mahindra, di jalan tol, SUV bermesin diesel tersebut berkonsumsi bahan bakar 12,8 km/liter. Kelebihan lainnya, bisa membawa muatan pada baknya mencapai 1.180 kg.

Kemampuan tersebut lebih baik dibandingkan dengan Toyota Tacoma yang menggunakan mesin bensin, sebagai pikap terbaik di Amerika Serikat, dengan konsumsi bahan bakar 11,1 km/liter di jalan tol, dengan daya muat bak 712 kg.

Mahindra akan memulai penjualan SUV-nya itu setelah tes tabrakan dan keamanan yang dilakukan di Amerika menjelang Agustus. Demikian dikatakan oleh Larry Daniel, Wakil Presiden Senior Penjualan dan Pemasaran Global Vehicle USA. Inc, distributor Mahindra di negara Paman Sam tersebut.

“Kami akan mempercepat prosesnya. Yakin, kendaraan tersebut lulus tes,” ujar Daniel yang diwawancarai 12 Juni lalu.

Mobil China
Mobil China, Chery, gagal dipasarkan di Amerika Serikat karena tidak tercapainya kesepakatan dengan partner mereka sebagai distributor di Amerika Serikat, yaitu Visionary Vehicle LLC. Di samping itu, Chrysler LLC juga dilarang menjual Chery di Amerika Serikat.

Geely, perusahaan mobil swasta terbesar di China, juga belum menentukan target kapan mulai menjual kendaraannya di Amerika Serikat. Di lain hal, bulan lalu, GM setuju dengan UAW (United Auto Worker) agar membuat mobil kecil di negara tersebut. Selama ini, mobil kecil GM dibuat oleh mitranya, perusahaan China, SAIC Motor Corp.

Mobil China pertama yang meluncur secara legal di jalan tol Amerika Serikat kemungkinan adalah sedan Coda, mobil listrik yang akan dipasarkan di California di akhir 2010.

Pasar China #1
“Kalau China menarik dari daya serap pasar, untuk industri mobil, India lebih berpengalaman, lebih lama, dan canggih,“ komentar Noble. China kini memang telah menjadi pasar mobil terbesar di dunia, utamanya lima pertama tahun ini. Dari segi penjualan, China telah mengalahkan pasar Amerika Serikat.

Ditambahkan, industri mobil India telah menjadi bagian otomotif global. “Insinyur India telah menjadi bagian dari industri otomotif dunia selama 15 tahun, sedangkan China, kemampuan rekayasa mereka masih baru,” lanjut Noble.

Tak hanya Noble yang respek terhadap industri otomotif India. Honda, yang memasuki pasar pikap Amerika Serikat empat tahun lalu dengan Ridgeline untuk kelas menengah, juga punya pandangan yang sama.

“Mahindra harus dilihat sebagai kompetitor serius,” ujar John Mendel, Wakil Presiden Eksekutif Honda Amerika yang diwawancarai Bloomberg.com beberapa hari lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau