BANDUNG, KOMPAS.com — Jasad Onis, TKI yang meninggal dunia di Kuching, Sarawak, Malaysia, menghitam serta menciut.
Berdasarkan foto yang diperlihatkan Syamsu (29), anak dari ayah angkat Onis, Dindin Kholisudin (60), Kamis (18/6) pagi, jenazah Onis dibalut dengan kain kafan warna putih, dengan keadaan menghitam dan sudah menciut.
Saymsu mengatakan, efek samping formalin yang digunakan pada jenazah Onis membuat jasad Onis menciut dan berwarna hitam. "Tadi malam begitu tiba, keluarga membuka peti jenazahnya dan bau formalin sangat menyengat sekali," kata Syamsu.
Dikatakannya, jenazah Onis tiba di rumahnya di Kampung Cijati RT 03/RW 13, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada pukul 22.48 WIB Rabu (17/6). Jenazah Onis tiba diantar dengan menggunakan ambulans dan didampingi langsung oleh Staf Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri Prof Suseno.
Suami Onis, Mahruf, beserta keempat anaknya tampak duduk di samping peti mati jenazah. Raut kesedihan tampak di wajah Mahruf dan anak pertama mereka, Saefudin. Rencananya, jenazah Onis akan dikebumikan di tempat pemakaman umum yang jaraknya lebih kurang 150 meter dari rumah duka.
Bupati Bandung Barat dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bandung Barat dikabarkan akan menghadiri pemakaman Onis. Onis (39), warga Desa Kampung Cijati, Desa Sarimukti, RT 03/ RW 13, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, berangkat menjadi TKI ke Malaysia pada tanggal 24 Desember 2008 melalui PJTKI bernama PT Dwi Cahya Primadona yang beralamat di Cileungsi, Bogor.
Namun, setelah diselidiki lebih lanjut oleh aparat Desa Darimukti, ternyata PJTKI penyalur Onis telah bangkrut dan tidak memiliki izin. Dalam surat keterangan yang diberikan oleh Konsulat Jenderal RI di Kuching, Malaysia, Onis ditemukan tewas karena gantung diri pada 26 Mei 2009 di rumah majikannya oleh Kepolisian Sibu, Sarawak, Malaysia.
Sebelumnya, awal tahun 2000, Onis juga sempat berangkat ke Malaysia untuk menjadi buruh di sebuah perkebunan kelapa sawit. "Ibu saya sudah dua kali jadi TKI di Malaysia, yang pertama itu kerja di perkebunan sawit, tapi cuma sebentar," kata anak pertama Onis, Saefudin.