Bawaslu: Penyusunan Tim Kampanye Asal-asalan

Kompas.com - 18/06/2009, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dari hasil klarifikasi Bawaslu terhadap daftar nama pejabat BUMN yang terlibat dalam tim kampanye, terlihat bahwa penyusunan tim kampanye terkesan asal-asalan. Masing-masing partai pendukung mencantumkan nama tanpa melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

"Jika ada orang yang dilibatkan tanpa proses cek dan ricek tentu merugikan yang bersangkutan," ucap anggota Bawaslu saat jumpa pers di Kantor Bawaslu Jakarta, Kamis (18/6).

Bambang mengatakan, sikap tersebut sangat disayangkan mengingat tim nasional kampanye yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan penyelenggaraan kampanye.

Menurutnya, dari hasil klarifikasi tersebut terlihat bahwa tim kampanye tidak pernah melakukan cek dan ricek tentang kesediaan yang bersangkutan dalam tim sukses. "Yang penting kelihatan banyak tanpa memperhatikan orang-orang tertentu yang dilarang," lontarnya.

Bawaslu, kata Bambang, saat ini sedang mempelajari lebih dalam atas pengunduran diri beberapa pejabat dari tim kampanye setelah kasus tersebut mencuat. "Status hukumnya berbeda yang mundur setelah masa masa kampanye dimulai," ucapnya.

Dari klarifikasi, lanjutnya, ada sebagian yang dianggap tidak terlibat atau dilibatkan tanpa konfirmasi. Namun, ada sebagian yang diragukan keterangannya. "Ada bukti-bukti bahwa yang bersangkutan terlibat dalam tim sukses," tegasnya.

Selain itu, Bawaslu juga telah menerima laporan dari tim sukses JK-Wiranto bahwa ada tambahan 2 nama pejabat BUMN yang masuk dalam tim sukses yaitu Syukur Surapto, Komisaris Jamsostek, dan Abdul Razak Manan, Komisaris Pelindo. "Kemarin mereka melaporkan. Nanti siang akan kita minta klarifikasi," ucapnya.

Temuan lain, lanjutnya, bahwa Bawaslu menerima masukan tokoh masyarakat tentang nama-nama yang diduga berstatus PNS dalam tim kampanye. "Padahal, PNS juga dilarang terlibat dalam kampanye. Jumlahnya lebih besar dan lebih sulit dari pejabat BUMN. Itu akan kita pelajari," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau