Program Jakarta Stop AIDS Diluncurkan

Kompas.com - 18/06/2009, 15:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penularan HIV/AIDS di kalangan anak muda makin mencemaskan banyak pihak. Data terbaru menyebutkan, penderita HIV/AIDS rata-rata berusia 19-25 tahun. Untuk mencegah meluasnya penularan, hari ini diluncurkan program Jakarta Stop AIDS yang diprakarsai oleh Yayasan Unilever Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Jakarta Stop AIDS merupakan program pencegahan primer penyabaran HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, mengatakan, program ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya para guru dan siswa-siswi SMP dan SMA.

Kegiatan ini sekaligus juga menunjuk para duta program yang diambil dari 38 sekolah tingkat SMP dan SMA/sederajat yang tersebar di kawasan Gambir dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. "HIV/AIDS paling rentan mengancam kalangan usia muda atau sekolah, sehingga penyuluhan untuk pencegahannya pun kami rasakan paling mudah jika dilakukan sendiri oleh anak-anak usia sekolah itu," ujar Leo.

Sebagai duta, Jakarta Stop AIDS memilih 5 siswa yang duduk di kelas dua SMP dan SMA dari masing-masing sekolah yang mengikuti program ini. Para siswa itu sudah diberikan modul pelatihan dan public speaking mengenai penyadaran perilaku hidup bersih, sehat, serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan narkoba.

"Untuk menjaga kontinuitas, nantinya masing-masing duta itu akan memilih empat siswa lain, baik itu adik kelas maupun teman sebaya di sekolahnya, untuk melanjutkan kegiatan kampanye ini di sekolah mereka," ujar Leo.

Jakarta Stop AIDS merupakan lanjutan dari program serupa yang digelar Unilever di Surabaya, Jawa Timur, yang bertajuk Surabaya Stop AIDS sejak tahun 2008 dan masih berjalan hingga saat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau