JAKARTA, KOMPAS.com — Penularan HIV/AIDS di kalangan anak muda makin mencemaskan banyak pihak. Data terbaru menyebutkan, penderita HIV/AIDS rata-rata berusia 19-25 tahun. Untuk mencegah meluasnya penularan, hari ini diluncurkan program Jakarta Stop AIDS yang diprakarsai oleh Yayasan Unilever Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Jakarta Stop AIDS merupakan program pencegahan primer penyabaran HIV/AIDS di kalangan remaja usia sekolah. Manajer Program Pendidikan Kesehatan Publik Yayasan Unilever Indonesia, dr Leo Indarwahono, mengatakan, program ini dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya para guru dan siswa-siswi SMP dan SMA.
Kegiatan ini sekaligus juga menunjuk para duta program yang diambil dari 38 sekolah tingkat SMP dan SMA/sederajat yang tersebar di kawasan Gambir dan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. "HIV/AIDS paling rentan mengancam kalangan usia muda atau sekolah, sehingga penyuluhan untuk pencegahannya pun kami rasakan paling mudah jika dilakukan sendiri oleh anak-anak usia sekolah itu," ujar Leo.
Sebagai duta, Jakarta Stop AIDS memilih 5 siswa yang duduk di kelas dua SMP dan SMA dari masing-masing sekolah yang mengikuti program ini. Para siswa itu sudah diberikan modul pelatihan dan public speaking mengenai penyadaran perilaku hidup bersih, sehat, serta mencegah penyebaran dan penularan HIV/AIDS dan narkoba.
"Untuk menjaga kontinuitas, nantinya masing-masing duta itu akan memilih empat siswa lain, baik itu adik kelas maupun teman sebaya di sekolahnya, untuk melanjutkan kegiatan kampanye ini di sekolah mereka," ujar Leo.
Jakarta Stop AIDS merupakan lanjutan dari program serupa yang digelar Unilever di Surabaya, Jawa Timur, yang bertajuk Surabaya Stop AIDS sejak tahun 2008 dan masih berjalan hingga saat ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang