Diganti Gas, PLN Jawa Bali Hemat BBM Rp 2,5 Triliun

Kompas.com - 19/06/2009, 08:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Usaha manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengganti konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dengan gas mulai membuahkan hasil. Konsumsi BBM pembangkit listrik PLN terus turun sehingga perusahaan setrum negara itu bisa lebih menghemat biaya.

Ambil contoh sistem pembangkit listrik Jawa Madura Bali. Daya listrik yang dihasilkan dengan menggunakan BBM sepanjang Januari-Mei tahun ini hanya sebesar 6.463 Giga Watt Hour (gWh) atau 13,87 persen dari total produksi sitem pembangkit listrik Jawa Madura Bali. Pada periode yang sama tahun 2008, daya listrik yang dihasilkan dengan memakai BBM masih mencapai 11.407 gWh atau sekitar 23,76 persen.

"Jadi, listrik yang dibangkitkan dengan BBM turun sebanyak 4.944 gWh," ujar Murtaqi Syamsuddin, Direktur Operasional Jawa Madura Bali PLN, Kamis (18/6). Nah, dari penurunan pemakaian BBM selama lima bulan itu, PLN bisa menghemat pengeluaran sekitar Rp 2,5 triliun.

Murtaqi menjelaskan, konsumsi BBM terus turun karena jumlah pembangkit yang menggunakan bahan bakar gas bertambah. Dalam sistem Jawa Madura Bali, selama Januari-Mei 2009, porsi listrik yang dibangkitkan dengan bahan bakar gas mencapai 10.238 gWh atau 22 persen.

Pada periode yang sama tahun lalu, porsi listrik yang dibangkitkan dengan bahan bakar gas baru sebesar 16,7% atau listrik 7.778 gWh. Artinya ada selisih 2.460 gWh.

Menurut Murtaqi, pasokan gas ke PLTGU Muara Tawar sejak September 2008 menjadi salah satu pemicu penurunan konsumsi BBM itu. Konsumsi gas pada pembangkit tersebut rata-rata mencapai 230 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pasokan gas itu berasal dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk sebesar 200 MMSCFD dan sisanya dari PT Pertamina (Persero). “Artinya kontrak gas dengan kedua pemasok itu sudah diserap sepenuhnya oleh PLN," kata Murtaqi.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar menargetkan, jumlah penghematan penggunaan BBM di seluruh pembangkit PLN tahun ini sebesar Rp 6,8 triliun. Secara keseluruhan, sampai kuartal I-2009, PLN telah menghemat pemakaian BBM hingga Rp 3,7 triliun.

Sejumlah pembangkit PLN yang sudah menggunakan gas antara lain PLTGU Talang Duku di Sumatera Selatan, PLTGU Muara Tawar di Bekasi, dan PLTGU Tanjung Priok di Jakarta.

Hingga saat ini, biaya pembelian BBM masih menjadi momok bagi rapor keuangan PLN. Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro mengungkapkan, pada tahun lalu, total nilai belanja BBM PLN mencapai angka Rp 98 triliun. (Gentur Putro Jati/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau