Wiih... Bus Mewah Angkut Boediono ke Bandung

Kompas.com - 19/06/2009, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah bus yang tergolong cukup mewah membawa calon wakil presiden Boediono yang, pada hari Jumat hingga Sabtu (20/6), berkampanye di Jawa Barat. Bus tersebut berukuran besar dan berhiaskan foto pasangan capres-cawapres SBY-Boediono dan logo resmi mereka: SBY Presidenku.

Selain itu, terukir pula salah satu semboyan SBY-Boediono di ketiga sisi bus tersebut, yakni, "Lanjutkan Pemerintahan Bersih untuk Rakyat". Di dalam mobil jenis Volvo B12M tersebut hanya terdapat belasan kursi kulit berwarna coklat yang saling berhadap-hadapan.

Tirai di bus tersebut juga berwarna senada dengan warna kursinya. Selain toilet, bus yang berplat K 1555 BB itu memiliki fasilitas televisi besar berlayar datar, produksi salah satu perusahaan penghasil perkakas elektronik ternama. Televisi layar datar itu berada tepat di belakang kemudi sopir.

Turut mendampingi Boediono, yang juga mantan gubernur Bank Indonesia itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional, Rizal Mallarangeng; anggota timkamnas, Chatib Basri; dan beberapa orang lainnya.

Selain bus mewah tersebut, terdapat dua bus lainnya. Bus pertama diisi oleh para elite partai politik mitra koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat, yaitu Ketua DPP Partai Demokrasi Pembaruan Noviantika Nasution dan beberapa orang lainnya.

Sementara itu, bus kedua diisi oleh rombongan wartawan yang akan meliput kampanye Boediono kali ini. Di samping bus terdapat 13 mobil Kijang Innova carteran yang semuanya berplat D (Bandung), satu ambulans, satu mobil boks berisi logistik, dan beberapa mobil pribadi lainnya, yang turut serta pada iring-iringan rombongan kampanye kali ini.

Boediono akan mengunjungi beberapa pabrik yang terdapat di daerah Karawang dan Bandung. Selain itu, mantan menteri keuangan di era pemerintahan Presiden SBY ini akan berdiskusi dengan mahasiswa mengenai perbankan syariah, dan berbincang-bincang dengan sejumlah pengusaha. Keesokan harinya, Boediono dijadwalkan akan berdialog dengan para pemetik teh di daerah Cikalong Wetan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau