Mitos Seputar Seks di Film Hollywood

Kompas.com - 19/06/2009, 10:49 WIB

KOMPAS.com — Kita pasti sering larut saat menonton adegan-adegan cinta dalam film Hollywood. Begitu "panas", begitu romantis. Seusai menonton, banyak dari kita yang membayangkan, "Coba saya bisa bercinta dengan pasangan sedahsyat itu!" Namun, bila kita menggunakan akal sehat, rasanya adegan-adegan seks dalam film-film tersebut lebih banyak yang tidak mungkin dilakukan. Hal ini memang lebih sering karena kepandaian sang sutradara dan penulis skenarionya dalam mengembangkan suasana yang terlihat artistik di kamera.

Majalah Marie Claire bahkan pernah membuat jajak pendapat mengenai adegan dalam film Hollywood. Dari 3.846 orang yang mengikuti jajak pendapat ini, diperoleh hasil bahwa mereka percaya bahwa adegan seks yang indah dalam film adalah mitos belaka. Sebanyak 37 persen menganggap one night stand yang berakhir dengan hubungan tetap adalah mitos; 33 persen mengatakan bahwa konflik pasangan bisa diselesaikan dalam 2 jam adalah mitos; dan 30 persen setuju bahwa Mr Right hanya ada satu orang adalah mitos.

Masih banyak adegan-adegan cinta dalam film yang rasanya tidak perlu kita percayai. Ingin tahu mana yang realistis dan tidak realistis?

Tidak realistis
Donnie Brasco (Johnny Depp dan Anne Heche bercinta di anak tangga):
Di mana enaknya bercinta di anak-anak tangga? Bisa-bisa pinggang dan punggung terkilir bergantian.

Match Point dan The Notebook (bercinta dalam hujan di tengah ladang)
Dalam film, hujan biasanya dilakukan untuk memberi efek dramatis pada adegannya, entah adegan romantis, kesepian, atau menakutkan. Dalam kehidupan nyata, bayangkan bila Anda meniru aksi Rachel McAdams dan Ryan Gosling. Sudah meriang, ditangkap hansip pula.

Pretty Woman (Julia Roberts dan Richard Gere bercinta di atas piano)
Sama halnya dengan bercinta di atas tangga. Seusai berhubungan intim, Anda perlu memeriksakan tulang punggung Anda ke ahli chiropractic.

How Stella Got Her Groove Back (bercinta di dalam shower)
Bercinta di dalam kamar mandi sih masih bisa. Namun, bila terperangkap di dalam shower yang masih mengucurkan air hangat juga berisiko terjatuh atau sakit pinggang.

Showgirls (Elizabeth Berkley menjilat tiang tempat menari striptease)
Sambil melakukan pole dancing, Nomi Malone (diperani Berkley) beraksi menjilat stripper pole-nya itu. Sepintas terlihat seksi, tetapi perlu diingat dulu apakah stripper pole tersebut sudah disemprot cairan desinfektan. 

The Thomas Crown Affair (Pierce Brosnan dan Renee Russo bercinta di tangga kayu)
Ini pun tak beda dengan adegan bercinta Johnny Depp dalam film Donnie Brasco, hanya saja tangganya terbuat dari kayu. "Panasnya" adegan bercinta ini pasti mengalahkan akal sehat penontonnya.

Little Children (Kate Winslet dan Patrick Wilson bercinta di laundry room)
Adegan cinta terlarang antara pria dan wanita yang sama-sama telah memiliki keluarga tentu akan terkesan mendebarkan. Namun bila mengingat lokasinya, yaitu laundry room di bawah tanah sebuah rumah kelas menengah yang kotor dan pengap, tentu Anda akan berpikir dua kali untuk menirunya.

Realistis
I Know Who Killed Me (Lindsay Lohan menari sensual di strip club)
Mengingat dalam kehidupan sebenarnya Lindsay memang dikenal sebagai biang pesta yang berpindah dari satu kelab ke kelab malam lainnya, adegan ini sama sekali tidak termasuk aneh.

The 40-Year-Old Virgin (Steve Carrell bercinta untuk pertama kalinya di usia 40 tahun)
Pengalaman pertama pasti akan sulit bagi siapa saja, dalam situasi apa pun.

Ocean’s Thirteen (Ellen Barkin tampil dengan gaya seksi)
Siapa bilang wanita berusia lebih dari 50 tahun tidak bisa tampil cantik dan seksi?

Titanic (Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet bercinta di dalam mobil) 
Dalam keadaan darurat, atau pun direncanakan, selalu ada pasangan yang memanfaatkan kursi belakang mobil untuk lokasi bercinta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau