Honda Freed Sodorkan 12 Keunggulan Buat Next Generation Family

Kompas.com - 19/06/2009, 13:54 WIB

BALI, KOMPAS.com - Sosok Honda Freed sudah dilihat sepintas saat media preview di Djakarta Theater, 11 Maret lalu. Detailnya baru bisa dicermati ketika di Bali saat diundang oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku ATPM Honda di Indonesia untuk mengikuti acara "Exclusive Media Test", 2-4 Juni lalu.

Lo, kok beritanya baru diturunkan sekarang? PT HPM sengaja melakukan embargo dan baru boleh dinaikkan beritanya 19 Juni setelah pukul 00.01. Begitu bunyi surat perjanjian. Mungkin supaya tidak terlalu jauh dengan perhelatan grand launchingnya pada 26 Juni ini.

Begitu melihat tampilan New MPV dari Honda ini, dibenak terbayang kalau Freed hanya menonjol (punya kelebihan) dengan kedua pintu dibuka sistem sliding (untuk eksterior). Kemudian ruang interior yang lapang karena desainnya menganut konsep perpaduan triangle dan square.

Tak disangka, justru kendaraan dengan 7 penumpang yang membidik new generation family ini mempunyai sekitar 12 keunggulan yang tidak dimiliki kompetitornya. Jumlah sebanyak itu terungkap lewat acara "Freed Qiuz" dengan peserta para wartawan. Apa saja?

Eksterior
Paling menyolok dari eksterior ini, desainnya memadukan konsep triangle (bagian depan) dan square (1). Perpaduan ini memberi banyak keuntungan. Porsi paling besar, di antaranya pada kelegaan ruang penumpang tengah dan belakang.

Sekalipun bentuk kotak pada bagian tengah sampai ke belakang bodi, namun tampilannya tetap stylish. Ini berkat konsep curving art surface (2) dengan guratan-guratan melengkung membuat bagian kotak pada bodi menjadi tidak kaku. Sebaliknya, justru menjadi manis.

Kemudian buka tutup kedua pintu sistem sliding door (3). Pengoperasiannya bisa dari tombol di pintu, dasbor di belakang kanan kemudi dan remote. Bahkan pintu akan mengunci secara otomatis saat mobil melaju pada kecepatan 18 km/jam.

Selain versi elektrik, juga ada versi manual. Cirinya bisa dilihat dari tampilan gril yang dof (kalau elektrik, grilnya krom) sebagai varian terendah. Sementara fitur-fitur lainnya sama.

Termasuk konstruksi bodi sudah mengadopsi teknologi  ACE (Advanced Compatibility Engineering) dan GCON (4) serta pedestrian body structure (5). Ini bukti kepedulian Honda pada keselamatan pengendara dan penumpang - yang diperkuat dengan tambahan Dual SRS airbag - serta pejalan kaki. Pantas kalau mendapat 6 bintang setelah lulus uji keselamatan JNCAP (6).

Untuk mesin, basisnya masih sama dengan Jazz berkapasitas 1.500 cc dengan teknologi i-VTEC. Bukan berarti tidak punya keunggulan. Pada Freed ini sudah memenuhi standar Euro 4 (7) berkat pemakaian teknologi LAF sensor, O2 Sensor dan Catalytic Converter (8).

Interior
Selain faktor keselamatan, unsur kenyamanan dalam berkendara dan juga jadi penumpang juga menjadi prioritas dalam membangun Freed. Seperti di ruang kemudi terasa lega karena tanpa ada console box. Sedang tongkat transmisi matik dipindahkan ke dasbor yang dirancang model Dual layer (9) dan pada bagian tengah bisa untuk meletakkan hp, dompet, pulpen, korek api dan lainnya.

Pandangan ke depan sangat luas. Ini dikarenakan desain pilar A diperkecil, tanpa mengurangi fungsi dan kekuatannya.

Untuk ruang kabin, Honda Freed menerapkan konsep open cafe interior (10). Selain lebar dan nyaman, penumpang mudah berjalan dari depan ke belakang dan sebaliknya. Kemudahan ini mereka namakan free walk through (11). Apalagi buat ukuran anak-anak dan remaja. "Bahkan yang mempunyai tinggi badan 185 cm bisa duduk santai dan nyaman," jelas Shigehiro Yasuki, Large Project Leader Honda Freed.

Tak cuma akses jalan, ke luar masuk kabin pun begitu mudah karena lantainya dari depan sampai ke belakang rata. Konsep ini mereka namakan one step low floor (12). Lapangnya ruang kabin, selain karena lantai datar, seperti dijelaskan Shigehiro konstruksi kursinya seperti di bioskop, posisi tangki bahan bakar berada di tengah.

Sangat cocok buat next generation family.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau