Ikut Kampanye Boediono, Meutia Gunakan Mobil Negara

Kompas.com - 19/06/2009, 15:40 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Meutia Hatta, yang mendampingi calon wakil presiden Boediono berkampanye di Jawa Barat, menggunakan mobil negara berpelat nomor B 1255 RFS.

Meutia, yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan, tampak pada acara diskusi di RM Panyawangan dan Posko Koalisi Bandung. Mobil sedan jenis Camry tersebut terparkir di halaman rumah makan dan posko koalisi. Padahal, pejabat negara yang menjadi anggota tim sukses maupun tim kampanye dilarang menggunakan fasilitas negara.

Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Hatta Rajasa, beberapa waktu lalu juga menegaskan bahwa para menteri yang tergabung dalam timkamnas SBY-Boediono berkomitmen untuk tidak menggunakan fasilitas negara. Bahkan, Hatta dan juga Menteri Negara UKM dan Koperasi Suryadharma Ali mengaku tidak pernah menggunakan kendaraan dinas lagi, sekalipun mereka tengah melakukan tugas negara.

Meutia Hatta yang sempat ditemui Kompas.com mengatakan alasannya menggunakan mobil dinas karena ia baru menjalankan tugas negara ke luar kota. "Jadi kalau misalnya harus kembali dulu ke Jakarta untuk ambil (mobil), itu habis waktu. Mas ini kah udah lewat jam kerja," kilahnya. "Uang bensinnya juga dipisah kok," sambungnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau