Rekonstruksi di Gran Mahakam, Rani Hafal Semua Peristiwa

Kompas.com - 19/06/2009, 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rani Juliani telah mengikuti rekonstruksi dua minggu lalu di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, terkait pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Saat menjalani rekonstruksi, Rani masih hafal semua peristiwa yang dialami.

"Dia hafal betul apa yang dia perbuat dengan Antasari (Azhar)," ujar Kepala Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (19/6).

Namun, Iriawan tidak bersedia menjelaskan apa yang terjadi antara Rani dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu. "Tidak pantas disebutkan. Itu hak Antasari," kata dia.

Setelah Antasari dan Rani bertemu, Nasrudin Zulkarnaen pun masuk ke ruangan dan keduanya bertemu di Hotel Gran Mahakam. Sebelumnya, Rani memberikan kabar ke Nasrudin akan bertemu Antasari. Rani, istri ketiga Nasrudin, tidak bertemu dengan guru spiritual yang disebut-sebut pengacara Antasari juga bertemu kliennya di Gran Mahakam.

Menurut Kombes Iriawan, Rani saat ini masih minta perlindungan saksi kepada polisi, demikian pula dengan keluarganya. "Banyak faktor, banyak pertimbangannya. Siapa yang akan menjamin Rani tidak akan mati, tidak akan hilang. Kemarin kita periksa, di sekitar sini saja," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau