SAMARINDA, KOMPAS.com — Sebanyak 51.899 jiwa dari 3.025.498 jiwa Kalimantan Timur belum bisa membaca, menulis, dan berhitung. Mereka tergolong penduduk usia produktif yang berusia minimal 15 tahun.
Demikian dikemukakan Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal Dinas Pendidikan Kaltim Rustinah Rasyid di Samarinda, Jumat (19/6). "Yang mencemaskan, buta aksara lebih banyak terjadi pada perempuan daripada pria," kata Rustinah.
Penduduk buta aksara terbanyak malah terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara. Di kabupaten super kaya dengan anggaran tahunan terbesar di antara daerah tingkat dua se-Indonesia itu terdapat 18.681 jiwa warga buta aksara di antara 518.722 jiwa penduduk.
Menurut Rustinah, pemberantasan buta aksara sulit dicapai kalau warga yang buta aksara enggan belajar membaca, menulis, dan berhitung. Peran pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa seperti memaksa agar warga memiliki pengetahuan dasar tersebut.
"Misalnya, warga yang tidak mau belajar bisa dipersulit pengurusan atau perpanjangan KTP-nya," kata Rustinah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang