JAKARTA, KOMPAS.com — Suku bunga bank dinilai masih terlalu tinggi sehingga memberatkan para pengusaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis waralaba. Berbeda dengan di Malaysia yang memberikan potongan bunga 50 persen khusus untuk bisnis waralaba.
"Sudah saatnya bunga bank di Indonesia diturunkan setengah. Namanya juga menciptakan lapangan pekerjaan," kata Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat pembukaan International Franchise, License and Business Concept Expo Conference (IFRA) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (19/6).
Anang mengatakan, dalam lima tahun terakhir pertumbuhan waralaba terus meningkat karena masyarakat mulai sadar bahwa waralaba dapat meningkatkan perekonomian dan menciptakan pekerjaan. "Banyak yang mengalami PHK atau tidak mempunyai keahlian tertentu sehingga mulai timbul usaha-usaha kecil," ungkapnya.
Data pertumbuhan waralaba di Indonesia lima tahun terakhir, yaitu tahun 2005 franchise asing sebanyak 237 dan lokal 129, tahun 2006 asing 220 dan lokal 230, tahun 2007 asing 250 dan lokal 450, tahun 2008 asing 255 dan lokal 600, dan terakhir tahun 2009 asing 260 dan lokal 750. "Itu terdiri dari franchise dan bisnis opportunity (usaha yang masih menjadi peluang bisnis)," katanya.
Saat ini, katanya, usaha yang masih menjadi business opportunity (BO) masih cukup besar dari total 1.010 jenis usaha, sekitar 700 usaha masih berstatus BO.
Menurutnya, banyak usaha yang belum bisa menjadi franchise karena jiwa kewirausahaan para pengusaha yang masih kurang sehingga belum menjadi produk unggulan. "Jiwa berani mengambil risiko, tahan banting, ulet, dan tekun yang masih kurang," tegasnya.
Untuk menjadi franchise BO harus memenuhi beberapa syarat, seperti usahanya harus sukses dengan penjualan yang meningkat, memiliki keunikan yang tidak mudah dicari, punya contoh cabang, dan usaha yang menguntungkan. "Selain itu bisa distandardisasi, bisa diajarkan dengan mudah, serta mempunyai market potensial yang besar," ungkapnya.
Untuk itu, AFI akan mendorong UKM menjadi usaha unggulan. "Tapi memang memerlukan waktu dan pengalaman," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang