LONDON, KOMPAS.com — Rafael Nadal sudah berusaha keras untuk melawan cedera lututnya. Bahkan dua jam sebelum mengumumkan pengunduran dirinya dari Grand Slam Wimbledon, petenis nomor satu dunia tersebut yang merupakan unggulan pertama, sempat melakukan latihan keras untuk menguji kondisinya.
Fans di Hurlingham Country Club, hanya beberapa mil dari tempat dia mengalahkan Roger Federer dalam lima set di final 12 bulan lalu, terheran-heran melihatnya. Namun, sekelompok media hanya mengarahkan pandangan ke lutut petenis kidal Spanyol tersebut.
Setiap tekukan dan jangkauan yang dilakukan Nadal diawasi, tetapi melalui bahasa tubuhnya petenis asal Mallorca itu tidak banyak memberikan banyak petunjuk. Pasalnya, selama ujicoba yang keras melawan juara ganda Olimpiade Beijing 2008, Stanislas Wawrinka, dia terlihat santai. Padahal ketika bertarung melawan petenis Australia, Lleyton Hewitt, sehari sebelumnya, Nadal menyeringai kesakitan dan dia akhirnya kalah dalam pertarungan dua set.
Ternyata, Nadal berusaha menutupi rasa sakitnya. "Saya bermain dengan sejumlah masalah pada lutut saya selama beberapa bulan, tetapi saya selalu berusaha dan berusaha. Kau tidak tahu batasmu ... tetapi sekarang saya sudah mencapai batas," ungkapnya.
Akan tetapi, Nadal membantah anggapan cedera itu mengancam kariernya. "Ini bukan masalah kronis, saya pasti bisa pulih," tegasnya.
"Saya akan berusaha keras untuk bangkit secepat mungkin, dan ketika kembali saya ingin kembali 100 persen (fit) secara mental dan fisik untuk menang, karena masalahnya sekarang adalah ketika saya main saya lebih banyak memikirkan lutut dibanding pertandingan sehingga sulit untuk main.
"Saya berusia 23 tahun dan saya harap punya karier yang panjang dan kembali lagi tahun depan ... tidak seorang pun lebih kecewa dari saya dan penonton (Wimbledon) harus mengerti saya telah mengusahakan yang terbaik," tambahnya.
Penarikan diri Nadal berarti petenis Inggris Raya peringkat tiga dunia Andy Murray menjadi unggulan teratas yang tersisa pada paruh bagan pertandingan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang