Nadal Bantah Cedera Ancam Kariernya

Kompas.com - 20/06/2009, 16:59 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Rafael Nadal sudah berusaha keras untuk melawan cedera lututnya. Bahkan dua jam sebelum mengumumkan pengunduran dirinya dari Grand Slam Wimbledon, petenis nomor satu dunia tersebut yang merupakan unggulan pertama, sempat melakukan latihan keras untuk menguji kondisinya.

Fans di Hurlingham Country Club, hanya beberapa mil dari tempat dia mengalahkan Roger Federer dalam lima set di final 12 bulan lalu, terheran-heran melihatnya. Namun, sekelompok media hanya mengarahkan pandangan ke lutut petenis kidal Spanyol tersebut.

Setiap tekukan dan jangkauan yang dilakukan Nadal diawasi, tetapi melalui bahasa tubuhnya petenis asal Mallorca itu tidak banyak memberikan banyak petunjuk. Pasalnya, selama ujicoba yang keras melawan juara ganda Olimpiade Beijing 2008, Stanislas Wawrinka, dia terlihat santai. Padahal ketika bertarung melawan petenis Australia, Lleyton Hewitt, sehari sebelumnya, Nadal menyeringai kesakitan dan dia akhirnya kalah dalam pertarungan dua set.

Ternyata, Nadal berusaha menutupi rasa sakitnya. "Saya bermain dengan sejumlah masalah pada lutut saya selama beberapa bulan, tetapi saya selalu berusaha dan berusaha. Kau tidak tahu batasmu ... tetapi sekarang saya sudah mencapai batas," ungkapnya.

Akan tetapi, Nadal membantah anggapan cedera itu mengancam kariernya. "Ini bukan masalah kronis, saya pasti bisa pulih," tegasnya.

"Saya akan berusaha keras untuk bangkit secepat mungkin, dan ketika kembali saya ingin kembali 100 persen (fit) secara mental dan fisik untuk menang, karena masalahnya sekarang adalah ketika saya main saya lebih banyak memikirkan lutut dibanding pertandingan sehingga sulit untuk main.

"Saya berusia 23 tahun dan saya harap punya karier yang panjang dan kembali lagi tahun depan ... tidak seorang pun lebih kecewa dari saya dan penonton (Wimbledon) harus mengerti saya telah mengusahakan yang terbaik," tambahnya.

Penarikan diri Nadal berarti petenis Inggris Raya peringkat tiga dunia Andy Murray menjadi unggulan teratas yang tersisa pada paruh bagan pertandingan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau