SEMARANG, KOMPAS.com — Calon Presiden Jusuf Kalla, yang juga Wakil Presiden Indonesia, Minggu (21/6) siang, menolak menandatangani kontrak politik yang dibawa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Tengah.
Ia justru mempersilakan Yudha Prakesa, yang mengaku mahasiswa Universitas Diponegoro, membacakan kontrak politik tersebut di hadapannya.
Kontrak politik yang dibacakan mahasiswa itu terdiri dari sejumlah tuntutan, di antaranya penyelesaian masalah BLBI, dugaan korupsi Soeharto, dan pemenuhan kesehatan serta pendidikan.
Seusai pembacaan kontrak politik, Kalla hanya mau menerima lembaran kontrak politik tersebut meskipun sebelumnya diminta menandatanganinya.
Yudha dan beberapa mahasiswa BEM sebelumnya menemui Juru Bicara Tim Kampanye JK-Win, Yuddy Chrisnandi, sebelum Kalla meninggalkan Gedung Suara Merdeka.
Seorang purnawirawan anggota tim sukses JK-Win, yang berjalan di samping Kalla, berkomentar, "Untung Bapak tidak mau teken. Karena kontrak politik semacam itu yang saya dengar disodorkan mahasiswa BEM kepada calon wapres pasangan capres Megawati Soekarnoputri, Pak Prabowo, dan beliau mau menandatanganinya." ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang