Sistem Keuangan Negara Masih Banyak Kelemahan

Kompas.com - 22/06/2009, 02:29 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com-Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Hadi Purnomo mengatakan, sistem keuangan negara masih banyak kelemahan sehingga belum terwujud tata kelola pemerintahan yang baik.

"Setidaknya ada empat kelemahan sistem keuangan negara kita yang mencolok, sehingga menghambat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lakukan pengawasan secara baik," kata Hadi Purnomo, di Jakarta, Minggu (21/6).

Kelemahan tersebut yakni sistem digunakan dalam pelaporan dan pertanggungjawaban laporan keuangan tidak konsisten, tidak adanya suatu `single treasury account` atau penerapan rekening tunggal sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

"Lainnya masih lemah yakni, tingkat kepatuhan penyelenggara negara terhadap undang-undang dan peraturan perundangan, serta belum adanya gambaran utuh atas besarnya sisa anggaran lebih," kata Hadi.

Hadi mengatakan kelemahan tersebut menjadi hambatan ekstern yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk dapat dilakukan perubahaan di tahun-tahun mendatang.

Menurut Hadi, yang juga ikut seleksi anggota BPK periode 2009-2014, adanya hambatan itu, maka berpengaruh pada hasil pemeriksaan keuangan negara belum optimal seperti diharapkan masyarakat.

"Sudah saatnya, pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara harus dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas dan transparan, dengan demikian mempercepat terwujudnya pemerintah yang baik dan bersih," kata Hadi yang saat ini sebagai anggota Dewan Analisa Strategis pada Badan Intelijen Negara (BIN).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau