Hotel Brasil Disatroni Maling

Kompas.com - 22/06/2009, 06:28 WIB

PRETORIA, KOMPAS.com — Tingkat kriminal yang tinggi di Afrika Selatan mulai dirasakan tim-tim peserta Piala Konfederasi. Setelah tim Mesir melaporkan kecurian, kini hotel yang ditempati tim Brasil disatroni maling dan sempat mengambil beberapa barang.

Peristiwa itu dilaporkan pada Minggu (21/6). Menurut juru bicara timnas Brasil, Rodrigo Paiva, pencuri mengambil beberapa barang tim Brasil di Hotel Centurion Lake di Pretoria yang mereka tempati. Sejauh ini, kerugian baru berupa jaket dan beberapa uang.

Pencurian kemungkinan dilakukan pada Jumat (19/6), saat tim Brasil sedang bersafari. Brasil langsung melaporkan kepada pihak berwenang. Rencananya, Brasil juga akan melaporkannya ke FIFA agar Afrika Selatan lebih ketat mengatasi kriminal pada Piala Dunia 2010 nanti.

Menurut Paiva, hanya dua kamar dari tim Brasil disatroni pencuri. Itu kamar Kleber dan ahli fisioterapi. Sepertinya, sang pencuri tak memiliki banyak waktu sehingga hanya mengambil jaket dan sedikit uang.

Laporan pencurian yang dilakukan Brasil itu hanya berselang lima hari setelah tim Mesir melaporkan kasus serupa. Saat mereka bertanding lawan Italia, beberapa kamar mereka di Hotel Ellis Park dibuka paksa dan pencuri sempat mengambil beberapa barang. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau