Dirut Indosat Seharusnya dari Internal

Kompas.com - 22/06/2009, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penunjukan Harry Sasongko Tjitrotjondro, CEO GE Money, sebagai Direktur Utama PT Indosat, Tbk (ISAT) menggantikan Johny Swandi Sjam dinilai anggota Dewan Perwakilan Daerah Marwan Batubara, yang juga mantan GM pengadaan dan perlengkapan ISAT, patut menjadi pertanyaan.

"Penunjukan dia (Harry) menjadi pertanyaan, sebenarnya dia mewakili siapa?" ujar dia di Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, Senin (22/6).

Anggota DPD perwakilan Jakarta ini juga masih menyangsikan kemampuan Harry dalam memimpin ISAT. Menurut dia, idealnya dirut ISAT yang baru berasal dari orang-orang ISAT sendiri. "ISAT masih mempunyai banyak orang yang mampu dan mengenal perusahaan jauh lebih lama, banyak mantan pejabat ISAT menjadi pemimpin yang berhasil di perusahaan lain," kata dia.

Contohnya, lanjut dia, ada yang jadi dirut di XL, dirut di Percetakan Uang Negara Republik Indonesia (Peruri) atau Dirut Semen Padang.

Ia mengkhawatirkan pemimpin yang berasal dari luar justru akan merugikan ISAT. "Kalau orang luar dapat saja mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Tidak hanya dari keuntungan, tapi juga dari belanja modal, itu yang jauh lebih besar dan setiap tahun," terangnya.

Menurut Marwan, sebenarnya Johny Swandi Sjam masih pantas menduduki kursi dirut yang sekarang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Qatar Telecom. Selain itu, masih ada Wimbo Hardjito (yang sekarang menjadi Wakil Dirut KAI) dan Wahyu Wijayadi, pensiunan Indosat. "Tapi itu semua kembali lagi pemegang saham, mereka punya hak prerogatif," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau