Hasil UN Meningkat, Pemerintah Puas!

Kompas.com - 22/06/2009, 16:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah atau Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), mengaku merasa puas dengan hasil Ujian Nasional (UN) 2008/2009 yang secara nasional persentasenya mengalami kenaikan.

Kepuasan itu diungkapkan oleh Mungin Eddy Wibowo (Ketua BSNP) didampingi oleh Djemari Mardi, anggota BSNP; Burhanuddin Tallo, Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan Depdiknas; serta Kepala PIH Depdiknas M.Muhadjir, seraya mengumumkan angka kenaikan persentase tersebut dalam jumpa pers "Hasil Ujian Nasional 2008/2009" di Jakarta, Senin (22/6) siang tadi.

Secara nasional, kata Mungin, untuk persentase kelulusan UN SMP/Mts mengalami kenaikan sebanyak 2,06 persen. "Tahun lalu, jumlah siswa lulus mencapai 92,76 persen, sedangkan tahun ini menjadi 94,82," ujar Mungin.

Rerata nilai kelulusan UN SMP/MTs itu pun naik 0,46 persen. "Yaitu dari 6,78 persen tahun lalu menjadi 7,33 persen tahun 2009 ini," tambahnya.

Untuk kelulusan SMA/MA, Mungin mengklaim, tahun ini juga terjadi kenaikan sebesar 2,42 persen, yaitu dari 91,32 persen pada tahun 2008 lalu menjadi 93,74 pada tahun ini. Rerata nilai juga naik sebesar 0,04 persen, yaitu dari 7,21 persen pada tahun 2008 menjadi 7,25 persen pada periode 2009 ini.

Sementara itu, lanjut Mungin, kenaikan persentase kelulusan lain juga terjadi pada hasil UN tingkat SMK. Kenaikan itu sebanyak 1,27 persen, yaitu dari 92,58 persen tahun 2008 lalu menjadi 93,85 persen pada tahun ini. Rerata nilainya mengalami peningkatan sebesar 0,34 persen, yakni dari 7,10 persen tahun lalu menjadi 7,44 persen pada tahun ini. 

"Dari tahun ke tahun hasil UN memang selalu mengalami kenaikan, dan tahun ini meskipun standar nilainya sudah dinaikkan, hasil kelulusan yang dicapai tetap meningkat secara nasional," ujar Mungin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau