Lima Pasar di Bekasi Kelola Sendiri Sampah

Kompas.com - 22/06/2009, 18:03 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Lima pasar di Kota Bekasi telah mengolah sendiri sampah menjadi kompos untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang serta memberikan nilai ekonomis.

Kelima pasar itu adalah Pasar Baru, Pasar Kranji, Pasar Sumber Arta, Pasar Jati Asih, dan Pasar Bantar Gebang. Kepala Bidang Penataan Dinas Kebersihan Kota Bekasi Abdul Malik, Senin (22/6), mengatakan, setiap pasar dengan peralatan mesin sederhana sesungguhnya mampu mengolah lima meter kubik sampah per hari. Volume sampah yang dihasilkan setiap pasar tersebut rata-rata 15 meter kubik per hari.

Untuk pengolahan sampah tersebut pemerintah kota telah memberikan bantuan dana pembelian mesin melalui APBD. Ia mengatakan, sampah tersebut dicacah, digiling, difermentasi, dan diberi campuran bahan tertentu hingga hasil akhirnya berupa pupuk kompos, tetapi produknya belum dikomersilkan.

Di lima pasar tersebut, armada mobil yang ada kini mampu membawa sampah ke TPST Bantar Gebang hingga tidak lagi terjadi penumpukan sampah yang berakibat sanitasi lingkungan jadi jelek. "Hasil dari produk sampah berupa kompos itu belum dikomersilkan. Ke depan dengan makin banyaknya produksi akan diupayakan ada nilai ekonomis dari sampah tersebut," ujarnya.

Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Edi Rosyadi mengatakan, pengolahan sampah di pasar-pasar sangat berperan dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang. Ia mengatakan, sampah yang dihasilkan warga setempat mencapai 125 ton per hari sementara armada pengangkut sampah yang ada baru mampu mengangkut sekitar 30 persen dari volume sampah tersebut.

Armada mobil yang dimiliki Kota Bekasi sebanyak 87 unit, terdiri atas 18 unit jenis ambrol, 50 dump truck, dan sisanya light truck. Ia minta masyarakat berperan serta dengan mengolah sendiri sampah, seperti membakar atau mengubur agar beban tugas dari aparat kebersihan bisa dikurangi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau