Pria Masa Kini Makin Sadar Penampilan

Kompas.com - 23/06/2009, 10:08 WIB

KOMPAS.com - Dulu banyak pria yang enggan merawat kulitnya karena tak mau dicap sebagai pesolek. Belakangan ini makin banyak pria yang tak takut keluar masuk salon untuk merawat kulitnya. Sekedar tren atau memang kebutuhan?

Sekitar 10 tahun lalu, salon dan klinik kecantikan sepertinya menjadi teritori wanita. Namun lihatlah sekarang. Pria-pria moderen semakin sadar pada penampilannya dan tak segan lagi nyalon.

Sebuah riset yang dilakukan L'Oreal Paris menemukan bahwa pria Indonesia, khususnya pada segmen berusia 25-35 tahun, menilai bahwa aktivitas merawat kulit bukan hanya milik wanita saja.

"Menurut riset kami, pria Indonesia sudah sadar akan pentingnya merawat kulit," kata Andreas Pradhana, Group Product Manager, L'Oreal Paris. Riset yang dilakukan pada tahun 2008 itu juga mengungkapkan bahwa 58 persen pria mencuci muka pada pagi dan malam hari, 20 persen memakai pelembab wajah, 30 persen memakai produk perawatan kulit wanita, dan 69 persen membeli produk perawatan sendiri.

Yang menarik, menurut lembaga survei AC Nielsen, 60 pria Indonesia membeli produk perawatan untuk kulit lebih putih (whitening). "Kaum pria menganggap kulit yang cerah dan terlihat lebih putih adalah satu kunci kesuksesan dalam karir maupun kehidupan pribadi mereka," ujar Andreas.

Selain karena tuntutan pekerjaan, pria moderen secara sadar merawat kulitnya untuk memenuhi keinginan pasangannya. "Wanita zaman sekarang lebih cerewet pada penampilan pria," kata Andreas. Sebuah survei juga menyebutkan wanita-wanita saat ini makin tak menyukai pria yang berjerawat dan kulitnya berminyak.

Ferly Junandar (40) termasuk dalam pria yang sadar perawatan kulit. Pekerjaannya yang berprofesi sebagai presenter dan menuntut penampilan yang bersih dan rapi mendorongnya untuk rutin merawat kulitnya. Selain membersihkan wajah dan menggunakan pelembab, Ferly juga melakukan berbagai perawatan di salon. "Sebulan sekali saya facial atau mikrodermabrasi untuk menghilangkan komedo," ujarnya.

Selain wajah, Ferly yang wajahnya tampak lebih muda dari usianya ini juga memerhatikan penampilan tubuhnya. "Saya berolahraga dan diet biar perut nggak buncit," katanya. Menurutnya, perawatan kulit yang dilakoninya ini karena ia menilai penampilannya sebagai sebuah aset. "Ini memang tuntutan dunia entertainment," kata pria asal Bandung ini. "Lagipula, pria lebih berkeringat dan berdaki, makanya harus rajin dibersihkan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau