Duh, Nilai Tak Muncul Kok Disuruh Ikut Paket C?

Kompas.com - 23/06/2009, 10:34 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com — Nilai UN milik tiga siswa SMA/MA di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tidak juga keluar dan terpaksa harus mengikuti ujian Paket C, Selasa (23/6) ini.

Nilai LM, siswi MA Darul Ulum Waru, belum turun dari Jakarta ke Dinas Pendidikan Nasional Sidoarjo, Jawa Timur.

“Waktu komplain kemarin, katanya pekan ini sudah turun, nyatanya sampai sekarang nilai tiga anak masih belum ada,” tutur Anik Kadarwati, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum, Senin.

Anik menjelaskan, tiga siswa yang disarankan mengikuti Paket C itu karena khawatir, begitu nilai UN muncul, ternyata anak itu dinyatakan tidak lulus.

“Yang jelas nilai tidak muncul itu bukan kesalahan siswa,” ujar Anik.

Mustofa, Kepala MA Darul Ulum, prihatin. “Ini menyangkut nasib anak. Masak nasibnya dibiarkan terkatung-katung,” kata Mustofa.

Mustofa juga mengutarakan, sekitar pukul 10.00 dihubungi Anik Kadarwati yang menyarankan siswa yang nilai mata pelajaran UN Kimia tidak muncul mengikuti ujian Paket C. Jumlah pendaftar terakhir Paket C mencapai 296 siswa dengan 282 siswa dari SMK dan SMA serta 14 siswa dari MA.

Nilai UN milik LM cukup bagus. Nilai UN Bahasa Indonesia yang diraihnya berjumlah 6,60, Matematika (9,25), Fisika (8,00), Biologi (7,75), dan Kimia kosong. (mif)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau