Mekarsari Kembangkan Durian Gundul

Kompas.com - 23/06/2009, 13:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Taman Wisata Mekarsari, Bogor, mengembangkan jenis buah durian tanpa duri asli Lombok. "Durian gundul merupakan buah langka asli  NTB yang dikembangkan oleh peneliti di Taman Wisata Mekarsari," kata Kepala Seksi Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Wisata Mekarsari, Catherina Day di Jakarta, Selasa.
     
Catherina mengatakan peneliti berhasil memperbanyak tanaman durian gundul (Durio zibethinus) melalui proses vegetasi, yakni "grafting" dan okulasi (perkawinan langsung melalui daun atau tangkainya).
     
Peneliti di Mekarsari berhasil memperbanyak jumlah bibit durian gundul hingga mencapai 1.000 tanaman dan dipasarkan kepada pengunjung dengan harga Rp 40.000 per bibit.
     
Catherina menuturkan, pengelola Taman Wisata Mekarsari juga mengembangkan ratusan jenis bibit tanaman buah langka asli lokal, seperti nangka tanpa kulit asli Bekasi (Jawa Barat), nangka tikus, serta melon kotak (Cucumis melo).
     
Saat ini Taman Wisata Mekarsari memiliki luas area lahan sekitar 264 hektar, 78 famili, 400 spesies, 1.437 varietas dan 100.000-an jenis tanaman. Catherina mengungkapkan Taman Wisata Mekarsari sudah memberikan kontribusi pemberian bibit tanaman buah-buah hingga mencapai 50.000 tanaman per bulannya kepada masyarakat, sejak 2007 atau 600.000 jenis tanaman setiap tahunnya.
     
Pemberian bibit tanaman bertujuan untuk mengembangkan varietas tanaman buah-buahan di Indonesia, melalui konsep konservasi, reboisasi, edukasi, dan rekreasi. Terkait dengan jumlah pengunjung pada masa liburan sekolah, Catherina menargetkan jumlah wisatawan kisaran 300.000 hingga 400.000 orang selama tiga pekan pada Juni 2009.
     
"Kami menargetkan jumlah pengunjung pada 2009 sebanyak 70.000 hingga 120.000 orang per bulannya," katanya seraya menambahkan jumlah pengunjung pada tahun 2009 diprediksikan menurun dibanding tahun sebelumnya yang ditargetkan 90.000 orang per bulannya.
      
Catherina beralasan tren penurunan tersebut karena adanya jadwal kampanye pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres), sehingga masyarakat sibuk terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau