JAKARTA, KOMPAS.com — Hadirnya pasar fisik crude palm oil (CPO) Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan menggantikan posisi Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang selama ini berfungsi salah satu sebagai jalur pemasaran CPO Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil dalam peluncuran pasar fisik CPO Terorganisir, di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (23/6).
Menurutnya, akan lebih efisien dan terarah jika transaksi CPO dilakukan melalui satu pintu. "Mekanisme pasar fisik CPO dan KPB memang berbeda, tapi tujuannya sama. Jadi nantinya transaksi CPO akan dipindahkan melalui pasar fisik BBJ," ujarnya.
Tidak hanya CPO, lanjut Sofyan, ke depannya transaksi komoditas lain seperti teh dan kopi juga akan dipindahkan ke pasar fisik BBJ.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam kesempatan yang sama menambahkan, pasar fisik CPO memiliki banyak kelebihan dibanding KPB. "Pada pasar fisik, transaksi CPO dilakukan secara online, itu menghemat waktu dan memperluas pangsa pasar," ujar Mendag.
Selain itu, pembeli dan penjual sama-sama dapat menentukan harga patokan. Sesi transaksi juga dilakukan sebanyak lima kali. "Pada pasar ini transaksi juga lebih fair kalau di KPB kurang transparan. Memiliki sistem kepesertaan dan terorganisir. Biaya transasksi pun jelas, yaitu Rp 1 per kg untuk tiap transaksinya, kalau di KPB belum jelas berapa biaya transaksinya," tandas Mari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang