Marzuki Darusman: Pimpinan Partai Jangan Dijadikan Menteri!

Kompas.com - 23/06/2009, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR yang juga aktif di Partnership of Governance Reform Marzuki Darusman menyatakan, pelaksanaan sistem presidensial murni dinilai akan konsisten jika menempatkan orang-orang di kabinet yang tidak memiliki jabatan struktural di partai.

Menurut Marzuki, Selasa (23/6), individu yang mengendalikan parpol, pada pemerintahan yang akan datang diharapkan tidak mendominasi kabinet. "Kalau mau konsekuen, wakil-wakil partai dipilih yang berkemampuan, tapi harus melepaskan jabatan di partai. Di kabinet, dia tidak mewakili partai," ujar Marzuki pada diskusi "Memperkuat Sistem Presidensial Pascapilpres 2009".

Ia memberikan catatan, sejumlah nama di Kabinet Indonesia Bersatu yang menjadi pimpinan partai membuat ketidakseimbangan kinerja di kala fraksinya di DPR tidak mendukung kebijakan pemerintah. "Biarkan saja pertarungan terjadi di luar kabinet, yaitu di parlemen," kata politisi Golkar ini.

Dengan begitu, menurut dia, pengertian koalisi akan dipisahkan dari partai. Ke depannya, ia berharap dilakukan tindakan terhadap partai koalisi yang yang tidak mendukung kebijakan pemerintah.

Wakil Ketua Tim Pakar SBY-Boediono, Bara Hasibuan, berpendapat, penentuan menteri-menteri yang duduk di kabinet harus mengutamakan kualitas. "Tidak sejauh itu aturannya (jangan pemimpin partai). Yang penting kualitas dijadikan faktor utama dalam menentukan wakil di kabinet. Saya pikir bagaimana nama-nama yang disodorkan partai diseleksi secara ketat, dan kualitas jadi pertimbangan utama," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau