Iran Memanas, Minyak Kembali Naik

Kompas.com - 24/06/2009, 08:31 WIB

JAKATA, KOMPAS.com — Harga minyak dunia berbalik melambung (rebound) pada Selasa (23/6) waktu setempat, didukung oleh melemahnya dollar AS dan meningkatnya krisis politik di Iran.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Agustus naik 1,74 dollar AS dari harga penutupan pada Senin menjadi berakhir pada 69,24 dollar AS per barrel sebagai suatu kontrak yang membuat debut pada Selasa.

Minyak mentah Brent North Sea London untuk penyerahan Agustus meningkat 1,82 dollar AS menjadi ditutup pada 68,80 dollar AS.

Harga minyak telah menurun setelah menembus skala 73 dollar AS dalam beberapa hari lalu karena keprihatinan atas krisis ekonomi memudarkan kekhawatiran terhadap pasokan di tengah ketegangan politik di Iran dan serangan pada instalasi minyak di Nigeria.

"Kami melihat sedikit pembalikan dari beberapa hari terakhir," kata Bart Melek dari BMO Capital Markets, menjelaskan hal itu sebagai sedikit jeda pada koreksi kami.

"Pelemahan dollar AS juga membantu harga bergerak naik," tuturnya.

Sebuah pelemahan pada greenback membuat minyak yang dihargakan dalam dollar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang kuat, yang cenderung untuk meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik.

Euro naik terhadap dollar AS pada Selasa, menembus 1,40 dollar AS di tengah dukungan data ekonomi zona euro karena para investor memandang ke depan terhadap pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve AS yang dimulai pada Selasa.
    
Harga minyak pada awal Selasa berada di bawah 67 dollar AS, sejalan dengan kejatuhan pasar saham dan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi global.

Para pedagang juga berusaha untuk mengunci keuntungan dari rally baru-baru ini. "Ada beberapa hal yang mungkin menjadikan aksi jual berlebihan," kata Phil Flynn dari Alaron Trading.

Krisis politik di Iran juga menekan pasar. Iran pada Selasa mengesampingkan penggulingan sengketa pemilihan presiden karena Presiden AS Barack Obama mengatakan, ada pertanyaan penting tentang legitimasi pemungutan suara dan mengutuk tindakan keras terhadap pemrotes pascapemilu.

Namun, pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei menyetujui permintaan oleh komisi pemilihan umum untuk memperpanjang lima hari dari tenggat waktu Rabu untuk memeriksa hasil suara yang dikeluhkan, kata kantor berita Iran, ISNA.

Kekhawatiran internasional tentang krisis yang memuncak, tantangan paling serius terhadap rezim Islam dalam 30 tahun sejarah, Inggris mengatakan, pihaknya mengusir dua diplomat Iran setelah langkah serupa dilakukan Teheran.

Pada saat yang sama, negara-negara Eropa lainnya menarik utusan mereka untuk memprotes pemilu dan tindakan kekerasan terhadap para pemrotes. "Minyak masih tak bergerak karena para produsen menunggu apa pun untuk mengisi kekosongan dalam produksi minyak yang mungkin terjadi dalam peristiwa pengurangan pasokan," kata Flynn.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau