WIMBLEDON, Kompas.com - Petenis Rusia, Marat Safin mengakhiri karirnya di Wimbledon dengan tragis saat disingkirkan petenis non unggulan, Jesse Levine di babak pertama, Selasa.
Menghadapi Levine yang merupakan petenis kualifikasi dengan rekor buruk, Safin bertanding dengan penuh emosi. Ia membanting raket, menendang dan berteriak, serta berkali-kali memrotes keputusan wasit. Bahkan di akhir pertandingan, Safin menuding hakim garis sebagai seorang yang agak buta. Namun ia kalah 2-6 6-3 6-7 (4) dan 4-6.
Safin memang memiliki sejarah buruk di Wimbledon. Ia pernah mengeluh tentang kualitas makanan yang rendah namun dengan harga mahal di restoran pemain di All England Club.
Di akhir pertandingan menghdapi Levine, Safin membenarkan ia akan mengundurkan diri pada akhir musim ini. Ditanya tentang perasaannya tidak lagi bermain di Wimbledon, kakak kandung petenis putara Dinara Safina ini mengatakan, "Lega. Lega sekali."
Safin, 29 merupakan mantan petenis peringkat satu. Ia pernah menjuarai AS Terbuka pada 2000 dan Australia Terbuka 2005. Namun karirnya kemudian terhambat serangkaian cedera. Di Wimbledon, Safin ditempatkan sebagai unggulan 14 dan sebenarnya diunggulkan menang menghadapi Levine.
Levine, 21, merupakan petenis kelahiran Kanada dan pindah ke AS pada usia 13. Ia menganggap kemenangannya sebagai sesuatu yang mustahil. "Ia pemain yang hebat. Saya tetap[merasa aneh bahwa saya dapat mengalahkan Safin, pemain yang selama ini selalu saya tonton di televisi."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang