Sumber Kalsium Selain Susu

Kompas.com - 24/06/2009, 15:17 WIB

KOMPAS.com - Kehilangan kepadatan tulang amat penting. Tulang yang rapuh bisa mengakibatkan postur tubuh yang buruk, sakit di punggung, patah tulang panggul, dan masih banyak lagi masalah kesehatan lainnya. Karena itulah fungsi kalsium amat penting untuk tulang kita. Kristal pada kalsium di dalam tulanglah yang menjaga tulang tetap kuat.

Namun, layaknya jaringan lain di dalam tubuh, tulang kita juga melepas jaringannya, dan kembali membentuk diri ketika tubuh menyerap kalsium dan menutup kekurangan pada tulang tersebut. Sejak kecil kita sudah diajarkan pentingnya membangun tulang yang kuat sedini mungkin. Tetapi ketika kita bertambah dewasa pun kalsium tetap harus dikonsumsi dalam menu harian. Sebab, ketika level kalsium dalam darah menurun, makin banyak kalsium yang diambil dari tulang, ini yang menyebabkan seseorang menderita osteoporosis. Wanita memerlukan lebih banyak zat besi dan kalsium, karena mereka memiliki siklus haid yang memungkinkan kalsium keluar berbarengan dengan darah yang keluar.

Berikut adalah trik untuk menambah asupan kalsium harian Anda:

1. Jangan lupa minum susu
Semakin kita dewasa, kita sering terlupa untuk minum susu. Ini adalah kesalahan umum. Jika Anda tak memiliki permasalahan dengan susu (lactose intolerant), atau vegan, maka meminum susu sehari-hari adalah cara terbaik mengasup kalsium. Banyak yang salah mengartikan, bahwa dengan meminum susu seseorang bisa jadi tambah gemuk, karena lemaknya. Padahal, jika ini menjadi hambatan bagi Anda, Anda bisa memilih susu berkalsium tinggi yang non-fat atau low-fat. Yoghurt, keju, butter, dan es krim juga bisa jadi sumber kalsium yang baik.

2. Camilan
Coba cek kandungan kalsium yang terdapat dalam frozen yogurt yang sekarang banyak dijual di mal. Biasanya fro-yo mengandung kalsium antara 200-300 mg per gelasnya. Puding, cake, fudge, atau makanan pencuci mulut lainnya juga sering menggunakan susu (bisa mengandung kalsium hingga 600 mg).

3. Makanan utama
Tambahan keju di dalam makanan utama juga bisa menjadi sumber kalsium. Contohnya, keju mozzarella, ricotta, dan parmesan, yang mudah ditambahkan pada makanan utama seperti pasta. Mulailah hari Anda dengan menambahkan keju di omelet atau telur orak-arik Anda.

4. Kalsium tambahan
Belakangan ini kalsium menjadi nutrisi tambahan yang amat penting, bahkan sudah banyak makanan instan yang sudah dilengkapi dengan kalsium. Contohnya, jus jeruk, sereal, susu kedelai, dan lainnya. Para produsen makanan tentunya berusaha membantu para konsumen dengan menciptakan produk yang kaya akan nutrisi, di antaranya kalsium.

5. Makanan hijau
Brokoli, lettuce, bok choy, sawi, dan sayuran berdaun hijau adalah sumber kalsium yang cukup baik. Masalahnya, kalsium pada sayuran tak terlalu mudah diserap tubuh dibandingkan susu. Anda bisa mencoba mengkombinasikan asupan sayuran Anda dengan menggabungkan bayam atau lettuce. Taburkan juga wijen atau kacang (yang juga merupakan sumber kalsium yang baik) dan keju.

6. Kombinasikan pil suplemen
Agar kalsium bisa diserap tubuh, diperlukan magnesium. Sebab jika kandungan kalsium tinggi sementara magnesiumnya rendah, kulit juga bisa kekurangan kepadatannya. Keseimbangan adalah kuncinya. Para ahli merekomendasikan perbandingan 2:1 antara kalsium dan magnesium. Jika Anda meminum suplemen 1.000 mg per hari, Anda akan butuh 500 mg magnesium. Tubuh kita hanya bisa menyerap 500 mg dalam sekali waktu, dan akan mengeluarkan sisanya. Jadi, sebaiknya Anda mengkonsumsi kalsium dalam dosis rendah setiap harinya. Kalsium karbonat harus dikonsumsi bersama makanan padat, sementara kalsium sitrat bisa dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.

7. Padukan dengan vitamin D
Vitamin D juga penting untuk kesehatan tulang, dan memiliki hubungan yang bersinergi dengan kalsium. Disarankan agar tubuh terkena paparan matahari selama 15 menit per hari. Namun, sinar matahari yang dimaksud adalah sinar yang sehat, di bawah pukul 09.00. Sinar matahari bisa membantu tubuh membangun vitamin D secara alami, namun biasanya tetap dibutuhkan suplemen terpisah untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

8. Kurangi kopi
Terlalu banyak konsumsi kafein mendorong pengeluaran kalsium dari dalam tubuh. Jika memang Anda harus mengkonsumsi kopi, coba tambahkan susu atau krim (tapi bukan non dairy creamer) ke dalam kopinya.

9. Hati-hati dengan diet tinggi protein
Ada beberapa diet yang membuat pasiennya harus makan makanan hewani saja. Padahal makanan hewani justru mencuri kalsium perlahan-lahan dari tulang. Karena daging hewan mengandung banyak protein yang dipecah menjadi komponen yang asam. Tubuh mencoba mengolah tersebut menggunakan kalsium. Jika Anda banyak mengkonsumsi daging merah dan telur, maka Anda perlu menambah asupan kalsium sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau