Antasari Tak Ingin Saksinya Diperiksa Polisi

Kompas.com - 24/06/2009, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Antasari Azhar, dan pengacaranya tidak akan membiarkan saksi-saksi meringankannya diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sebab, hal itu dinilai dapat merugikan pihaknya.

"Penyidik bertanya ke Pak Antasari, apakah akan ada saksi-saksi yang akan meringankannya? Pak Antasari menjawab ada. Tapi Pak Antasari tidak mau menyebutkan saksi-saksinya sebab dia tak ingin saksi-saksi itu diperiksa polisi," ujar pengacara Antasari, M Assegaf, ketika dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (24/6).

Saksi yang akan diajukan, kata dia, lebih dari satu orang. "Kami simpan dulu," tuturnya.

Menurut dia, pertanyaan tentang saksi meringankan itu mengindikasikan segera berakhirnya masa penyidikan. Assegaf menduga, tak lama lagi berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

Siang ini, Assegaf dan pengacara Antasari lainnya mendatangi pria berkumis tebal itu di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka berkoordinasi dengan Antasari karena menduga pemeriksaan segera berakhir.

Saat ditanya apakah salah satu saksi yang akan diajukan adalah ustaz yang berada di Grand Mahakam bersama Antasari dan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Assegaf tidak bersedia menjawab.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau