MALANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 11 ribu mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) di Indonesia dipastikan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXII yang digelar Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur.
Ketua Panitia Pelaksana Pimnas XXII UB, Dr. Ainurrasyid, Rabu (24/6), mengatakan, dari 11 ribu mahasiswa tersebut saat ini telah terkumpul sekitar 3.660 proposal yang akan dinilai dan diuji untuk menentukan yang terbaik.
Menurut Ainurrasyid, yang juga Pembantu Rektor (PR) III Unibraw, untuk setiap proposal yang masuk dalam Pimnas XXII rata-rata menghabiskan dana antara lima sampai enam juta rupiah. Alhasil, untuk menghitung anggaran yang dibutuhkan, lanjut dia, proposal yang sudah masuk tersebut tinggal dikalikan saja.
Ainurrasyid mengemukakan, ajang Pimnas XXII sedikit berbeda dengan Pimnas sebelumnya. Kali ini, Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) menerapkan aturan baru, yakni setiap PTN dan PTS harus mengirimkan delegasinya. Tahun lalu, Dikti masih memberikan kebebasan bagi setiap PTN maupun PTS.
"Proposal yang dipertandingkan dan delegasi yang dikirim masing-masing perguruan tinggi kemungkinan juga lebih banyak, bahkan Unibraw sendiri sebagai tuan rumah tidak ingin predikat juara umum tahun lalu akan lepas begitu saja," kata Ainurrasyid.
Dia menambahkan, tim Unibraw diperkirakan mengikutkan makalah karya ilmiahnya sekitar 169 judul. Jumlah tersebut dengan harapan bisa tetap mempertahankan gelar juara yang diraih Unibraw tahun 2008 lalu di Semarang.
Data terakhir yang diterima panitia, katanya, ada tiga PTN yang mengirimkan proposalnya cukup banyak, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menyinggung fasilitas, prasarana dan sarana bagi para delegasi, Ainurrasyid mengatakan sudah dipersiapkan dengan matang, termasuk penginapan dan fasilitas lain sebagai penunjang kelancaran Pimnas XXII.
Terkait jumlah peserta yang cukup besar tersebut, katanya, membuat penganggaran pun membengkak. Dana yang dibutuhkan untuk suksesnya Pimnas XXII kali ini kurang lebih 3,3 miliar rupiah. Sebagian dana dibantu oleh Dikti dan sebagian lagi dari internal Unibraw, serta sponsor.
"Kami ingin sukses baik di penyelenggaraan maupun prestasi, jangan sampai prestasi yang kita raih di Semarang sebagai juara umum akan lepas begitu saja," ujarnya bertekad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang