11 Ribu Mahasiswa Bakal "Bertarung" di Pimnas XXII

Kompas.com - 24/06/2009, 16:09 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sedikitnya 11 ribu mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) di Indonesia dipastikan mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXII yang digelar Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur.

Ketua Panitia Pelaksana Pimnas XXII UB, Dr. Ainurrasyid, Rabu (24/6), mengatakan, dari 11 ribu mahasiswa tersebut saat ini telah terkumpul sekitar 3.660 proposal yang akan dinilai dan diuji untuk menentukan yang terbaik.

Menurut Ainurrasyid, yang juga Pembantu Rektor (PR) III Unibraw, untuk setiap proposal yang masuk dalam Pimnas XXII rata-rata menghabiskan dana antara lima sampai enam juta rupiah. Alhasil, untuk menghitung anggaran yang dibutuhkan, lanjut dia, proposal yang sudah masuk tersebut tinggal dikalikan saja. 

Ainurrasyid mengemukakan, ajang Pimnas XXII sedikit berbeda dengan Pimnas sebelumnya. Kali ini, Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) menerapkan aturan baru, yakni setiap PTN dan PTS harus mengirimkan delegasinya. Tahun lalu, Dikti masih memberikan kebebasan bagi setiap PTN maupun PTS.

"Proposal yang dipertandingkan dan delegasi yang dikirim masing-masing perguruan tinggi kemungkinan juga lebih banyak, bahkan Unibraw sendiri sebagai tuan rumah tidak ingin predikat juara umum tahun lalu akan lepas begitu saja," kata Ainurrasyid.

Dia menambahkan, tim Unibraw diperkirakan mengikutkan makalah karya ilmiahnya sekitar 169 judul. Jumlah tersebut dengan harapan bisa tetap mempertahankan gelar juara yang diraih Unibraw tahun 2008 lalu di Semarang.

Data terakhir yang diterima panitia, katanya, ada tiga PTN yang mengirimkan proposalnya cukup banyak, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menyinggung fasilitas, prasarana dan sarana bagi para delegasi, Ainurrasyid mengatakan sudah dipersiapkan dengan matang, termasuk penginapan dan fasilitas lain sebagai penunjang kelancaran Pimnas XXII.

Terkait jumlah peserta yang cukup besar tersebut, katanya, membuat penganggaran pun membengkak. Dana yang dibutuhkan untuk suksesnya Pimnas XXII kali ini kurang lebih 3,3 miliar rupiah. Sebagian dana dibantu oleh Dikti dan sebagian lagi dari internal Unibraw, serta sponsor.

"Kami ingin sukses baik di penyelenggaraan maupun prestasi, jangan sampai prestasi yang kita raih di Semarang sebagai juara umum akan lepas begitu saja," ujarnya bertekad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau