Mesin TSI 1,4 Volkswagen Raih 3 Penghargaan

Kompas.com - 24/06/2009, 18:53 WIB

KOMPAS.com — Mesin TSI (twin stratified injection) 1,4 liter Volkswagen memperoleh terpilih sebagai “International Engine of the Year” di Stuttgart, Jerman. Di samping itu, mesin TSI juga dijuluki sebagai “Best Green Engine 2009” dan “Best Engine” untuk kategori 1,0 sampai 1,4 liter. 

Pemilihan “International Engine of the Year” dilakukan oleh 65 jurnalis dari 32 negara. Penghargaan sebagai mesin terbaik langsung diterima oleh Dr Rüdiger Szengel, Kepala Pengembangan Mesin Diesel Volkswagen di Stuttgart, Jerman.

Saat menerima penghargaan tersebut, Dr Rüdiger Szengel mengatakan, “Teknologi TSI yang digunakan VW saat ini akan menjadi andalan mesin masa depan. Kombinasi kehebatannya, berkapasitas  kecil, emisi gas buang rendah, dan irit konsumsi bahan bakar.  

“Memenangkan penghargaan dalam tiga kategori merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi tim pengembang kami. Mesin TSI akan menjadi trensetter. Sejauh ini, kami telah membuat hampir 2,3 unit mesin TSI di seluruh dunia,” tambah Szengel.

Teknologi TSI 1,4 liter juga sudah digunakan Volkswagen pada produknya yang dipasarkan dan dirakit di Indonesia, yaitu MPV Touran. ATPM Volkswagen di Indonesia menyebut Touran sebagai family sport car karena performanya bisa mencapai 200 km/jam.

Mesin TSI yang didukung oleh supercharger dan turbocharger tersedia dengan berbagai performa, yaitu 103 kW (140 PS), 110 kW (150 PS), 118 kW (160 PS), dan 125 kW (170 PS). Para juri yang memilih “International Engine of the Year” menyebutnya sebagai mesin bensin paling efisien saat ini.

”Volkswagen tidak hanya mempertahankan kemenangan, tetapi juga menambah kemenangan, yaitu 'Best Green Engine'. Kehebatannya, selain mantap dikebut, konsumsi bahan bakarnya juga irit. Hebatnya lagi bisa dibuat dalam satu paket,” tegas Dr Rüdiger Szengel.

Mesin TSI saat ini digunakan pada berbagai model oleh VW. Mesin bensin injeksi ini digunakan pada seluruh line-up Passat. Golf terbaru juga menggunakan mesin  TSI Twincharger ini dengan tenaga 118kW/160PS, transmisi 7 percepatan dan dual clutch. Konsumsi bensin 6,0 liter per 100 km atau 16,6 km/liter.

Volkswagen telah memperbanyak aplikasi teknologi mesin TSI pada mobil yang diproduksinya dengan biaya lebih murah dan efektif, yaitu dengan menggunakan turbo satu tahap (single stage turbocharging). Mesin terakhir TSI, meski berkapasitas 1,2 liter, namun mampu menghasilkan tenaga 77 KW (105 PS) dan digunakan pada Polo edisi baru yang akan dipasarkan akhir tahun ini.

Mesin TSI 1,4 liter kebanggaan VW, dan digunakan pada MPV Touran yang baru saja diluncurkan di Indonesia, menyabet tiga penghargaan di Jerman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau