Piutang Negara Capai Rp 53,8 Triliun

Kompas.com - 25/06/2009, 07:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan mencatat, nilai piutang negara per medio Juni 2009 mencapai Rp 53,8 triliun.

Jumlah tersebut berasal dari 170.525 Berkas Kasus Piutang Negara atas aset bank dalam likuiditas dan eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Departemen Keuangan Hadiyanto menjelaskan, komposisi piutang itu terdiri atas piutang negara melalui perbankan sebesar Rp 21,5 triliun dan piutang nonperbankan Rp 32,3 triliun.

Departemen Keuangan menargetkan bisa menyelesaikan piutang sebanyak Rp 1,06 triliun pada tahun ini atau naik 51,22 persen ketimbang target 2008. "Hingga kini, memang masih terseok-seok, baru berjumlah Rp 196 miliar,” kata Hadiyanto di DPR, Rabu (24/6).

Departemen Keuangan mengaku, penyelesaian itu menemui berbagai masalah klasik, seperti payung hukum yang tidak relevan serta obligor yang kurang kooperatif dan sudah meninggal. Selain itu, banyak utang yang tidak memiliki jaminan yang jelas. "Sering kali aset yang dijaminan tidak laku dalam proses lelang,” ujarnya. (Martina Prianti/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau