Warga Curigai Menantu Baridin adalah Noordin M Top

Kompas.com - 25/06/2009, 17:39 WIB

CILACAP, KOMPAS.com — Hingga Kamis (25/6), keberadaan Bahrudin Latif alias Baridin (55), warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah, masih misterius. Keluarga besarnya pun mengaku kehilangan kontak dengan pria yang diduga terkait jaringan terorisme tersebut.

Pemantauan Kompas, rumah Baridin masih tertutup rapat. Aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror memasang penghalang berupa galah bambu di pintu gerbang masuk rumah tersebut. Sejumlah wartawan sesekali melongok ke dalam rumah lewat celah pintu. Tampak suasana rumah yang lengang dengan kondisi di dalam yang acak-acakan setelah penggeledahan yang dilakukan Densus 88, Selasa (23/6).

Ketua RT 18 Desa Pasuruhan Aris Kusmiarjo mengatakan, Densus 88 Antiteror meminta kepada warga di lingkungan sekitar rumah Baridin agar tak memperbolehkan siapa pun memasuki rumah tersebut. Meskipun terlarang untuk dimasuki, rumah Baridin tak terkunci. Laci estalase aksesori ponselnya masih diletakkan di emper rumahnya.

"Mungkin di dalam rumah itu masih ada barang-barang bukti yang diperlukan sehingga Densus 88 meminta agar tak dijamah," tutur Aris.

Aris mengatakan, kepergian Baridin beberapa hari sebenarnya sudah sering. Namun, untuk saat ini kepergian Baridin bersama istri dan anak-anaknya menjadi istimewa karena pria tersebut tengah dalam kejaran Densus 88.

Bagi tetangga sekitar, ketertutupan Baridin bukan hal baru. Sejak lama, pria tujuh anak ini kurang terbuka dengan masyarakat sekitar. Bahkan, Baridin nyaris tak pernah ikut dalam kegiatan di lingkungan sekitarnya.

Paman dari Saefudin Zuhri, warga Cilacap lainnya yang ditangkap pada Minggu (21/6) lalu itu, lebih sibuk dengan kegiatan kelompoknya dan mengajar mengaji di Pondok Pesantren Putri Al Muaddib

Yang sampai saat ini masih menjadi tanda tanya bagi tetangga Baridin adalah perihal jati diri menantunya yang hingga saat masih misterius. Pria misterius itu menikahi putri tertua Baridin, yang bernama Arina dua tahun lalu.

Saat pernikahan, Baridin mengundang tetangga-tetangganya. Akan tetapi, keluarga Baridin tak pernah memperkenalkan dan menunjukkan suami Arina. Muncul dugaan, menantu Baridin tersebut terkait dengan Noordin M Top.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau