Pramono: Mega Ingin Debat, Bukan "Cerdas Cermat"

Kompas.com - 25/06/2009, 18:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, siap berdebat secara terbuka, jika itu format yang diatur oleh KPU. Namun, pernyataan ini bukan meluncur dari Mega, melainkan dari Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung.

"Saya seharian ini bersama Ibu Mega. Beliau menyatakan siap berdebat, mau debat terbuka antarcalon atau sesuai aturan KPU, sangat siap, yang penting jangan seperti cerdas cermat," kata Pramono yang mendampingi Megawati, saat tiba di Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (25/6) malam.

Format debat kali ini sedikit berbeda. Para capres diperbolehkan untuk bergerak sesukanya, tak terpaku berdiri di depan podium. Masih mengutip Mega, Pramono mengatakan, pihaknya menyambut baik perubahan tersebut.

"Dengan begitu, ada keleluasaan bagi para calon. Para calon juga mungkin lebih bisa menyampaikan pemikirannya secara terbuka," ujar dia.

Mega, pada debat bertema "Mengentaskan kemiskinan dan pengangguran", siap menyajikan data-data. "Agar data itu jangan dimanipulasi dan rakyat tahu," kata Pramono.

Selain Pramono, Mega juga didampingi para petinggi PDI Perjuangan, termasuk putrinya, Puan Maharani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau