SBY dan JK "Bertikai" soal Indomie

Kompas.com - 25/06/2009, 20:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla "bertikai" soal Indomie dalam acara Debat Capres yang berlangsung di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis (25/6) malam. "Pertikaian" terjadi ketika keduanya menjawab pertanyaan yang diajukan Aviliani, moderator debat.

Aviliani bertanya, langkah apa yang akan dilakukan ketiga kandidat dalam mencapai 11 target Millennium Development Goals (MDGS). JK, yang mendapat kesempatan pertama untuk menjawab, mengungkapkan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah mengurangi inflasi. Salah satu caranya adalah jangan membuka keran impor terlalu besar.

"Impor jangan terlalu besar. Maaf ini Pak SBY, Indomie itu bisa menimbulkan inflasi sebab kalau makin banyak rakyat makan Indomie, makin banyak produksi dan makin banyak gunakan gandum. Gandum terlalu banyak, impor jadi tinggi," ucap JK. Pernyataan JK ini terkait dengan iklan SBY di stasiun televisi yang menggunakan jingle Indomie sebagai lagu iklan.

Menanggapi pernyataan JK, SBY yang mendapat kesempatan menjawab setelah Megawati pun menimpali. "Untuk Pak Jusuf Kalla, mungkin yang dimakan Pak Jusuf Kalla adalah Indomie yang hanya terbuat dari gandum, tapi yang saya makan adalah "Indomie" yang terbuat dari terigu, singkong, sukun, mengurangi penggunaan gandum," kata SBY yang langsung disambut gemuruh penonton. Waktu menjawab yang hanya dua menit habis. SBY dan JK pun tertawa bersama dan langsung bersalaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau