JAKARTA, KOMPAS.com — Capres Partai Golkar, Jusuf Kalla, mulai melancarkan sindirannya secara langsung saat Debat Capres Putaran Kedua, Kamis (25/6) malam. Saat menjawab pertanyaan mengenai pengentasan masyarakat miskin dan kasus busung lapar, ia menyindir jingle iklan kampanye capres Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, yang menggunakan jingle iklan mi instan.
"Mohon maaf, Pak SBY, kalau iklan bapak pakai lagu Indomie, itu kan sama saja memperbesar impor gandum," kata JK santai, disambut tepuk tangan para pendukungnya.
Mendapat serangan langsung, SBY hanya tersenyum simpul dan mencatatkan beberapa hal di kertas yang ada di podiumnya. JK juga menyindir pernyataan SBY mengenai pengusaha "berambut hitam". "Kalau ada yang menyinggung pengusaha berambut hitam, justru pengusaha berambut hitamlah yang membantu perekonomian kita," kata JK melancarkan 'serangan' keduanya.
Sindiran juga dilayangkan JK pada cawapres SBY, Boediono, yang turut hadir di studio Metro TV. Sindiran itu menyangkut program-program di bidang ekonomi. "Jangan hanya direncanakan Pak Boediono, tapi dijalankan," ujarnya.
Mendapat serangan langsung, SBY tak mau kalah menjawab sindiran mitranya di pemerintahan ini. Saat tiba gilirannya berbicara, SBY tak lupa menyelipkan serangan balik pada JK. "Mungkin mi instan yang Pak JK makan yang terbuat dari gandum semua. Kalau saya, makan mi instan yang pakai campuran sagu, singkong, jadi meningkatkan pendapatan petani juga," ujarnya sambil tertawa.
Tak lama, keduanya langsung bersalaman ketika acara memasuki jeda iklan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang