JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum terlalu puas dengan penyelenggaraan debat capres putaran kedua, Kamis ( 25/6 ). Namun, dibandingkan dua debat sebelumnya, anggota KPU I Gusti Putu Artha menganggap debat ketiga ini lebih baik.
"Sebenarnya masih bisa klimaks lebih dari ini (debat malam ini). Kita akan mainkan di debat keempat dan kelima. Puncaknya di debat kelima dan ada kejutan nanti," ujar Putu, usai Debat Capres, di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis ( 25/6 ).
Debat kelima, ungkapnya, akan lebih mencair dan memberikan waktu yang lebih panjang untuk berdebat pada sesi ketiga.
Mengenai banyaknya iklan, Putu mengatakan, tak mengganggu substansi debat. Dikatakannya, iklan yang ditayangkan stasiun televisi merupakan kompensasi dari pengefisiensian penggunaan anggaran. KPU mengaku hanya mengeluarkan dana untuk honor moderator dan konsumsi. "Jadi anggaran yang dikembalikan ke kas negara cukup besar," kata dia.
Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO), Hadar Gumay berpendapat, dengan format debat seperti saat ini, publik tidak bisa berharap banyak atas substansi debat. Ke depan, menurutnya, harus dibicarakan secara rinci termasuk bahasa yang digunakan agar mudah dipahami. Kritik Hadar untuk moderator debat kali ini, Aviliani, dinilainya hanya berperan sebagai pencair suasana.
"Dari sisi substansi kurang. Moderator kali ini kelebihannya membantu dengan ilustrasi," ungkapnya.
Selain itu, Aviliani dinilai terlalu banyak mengajukan pertanyaan pada sesi pendalaman. "Padahal, waktu untuk menjawab hanya dua menit. Pak SBY kan tadi langsung protes. Tujuan kita untuk mendapatkan gambaran rinci dan melihat perbedaannya," kata Hadar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang