KPU Siapkan Kejutan di Debat Kelima

Kompas.com - 25/06/2009, 22:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum terlalu puas dengan penyelenggaraan debat capres putaran kedua, Kamis ( 25/6 ). Namun, dibandingkan dua debat sebelumnya, anggota KPU I Gusti Putu Artha menganggap debat ketiga ini lebih baik.

 

"Sebenarnya masih bisa klimaks lebih dari ini (debat malam ini). Kita akan mainkan di debat keempat dan kelima. Puncaknya di debat kelima dan ada kejutan nanti," ujar Putu, usai Debat Capres, di Studio Metro TV, Jakarta, Kamis ( 25/6 ).

 

Debat kelima, ungkapnya, akan lebih mencair dan memberikan waktu yang lebih panjang untuk berdebat pada sesi ketiga.

 

Mengenai banyaknya iklan, Putu mengatakan, tak mengganggu substansi debat. Dikatakannya, iklan yang ditayangkan stasiun televisi merupakan kompensasi dari pengefisiensian penggunaan anggaran. KPU mengaku hanya mengeluarkan dana untuk honor moderator dan konsumsi. "Jadi anggaran yang dikembalikan ke kas negara cukup besar," kata dia.

 

Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (CETRO), Hadar Gumay berpendapat, dengan format debat seperti saat ini, publik tidak bisa berharap banyak atas substansi debat. Ke depan, menurutnya, harus dibicarakan secara rinci termasuk bahasa yang digunakan agar mudah dipahami. Kritik Hadar untuk moderator debat kali ini, Aviliani, dinilainya hanya berperan sebagai pencair suasana.

 

"Dari sisi substansi kurang. Moderator kali ini kelebihannya membantu dengan ilustrasi," ungkapnya.

 

Selain itu, Aviliani dinilai terlalu banyak mengajukan pertanyaan pada sesi pendalaman. "Padahal, waktu untuk menjawab hanya dua menit. Pak SBY kan tadi langsung protes. Tujuan kita untuk mendapatkan gambaran rinci dan melihat perbedaannya," kata Hadar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau