Tim Sukses Klaim Capres Sudah Peduli Sanitasi

Kompas.com - 26/06/2009, 11:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim sukses pasangan capres/cawapres SBY-Boediono dan JK-Wiranto sama-sama menolak jika dikatakan mereka tidak memberi perhatian pada isu sanitasi dan air minum.

Seperti yang dikatakan Dian Syakhroz, tim sukses SBY-Boediono. Menurutnya, pasangan tersebut dari sejak lama sudah mempunyai kepedulian terhadap masalah sanitasi dan air minum. "Tapi pak SBY sekarang lebih memprioritaskan pada bencana alam, karena belakangan ini banyak terjadi bencana. Anggaran APBN dialirkan untuk bencana alam dulu," ujarnya dalam Diskusi Media Merespon Debat Capres: Pengentasan Kemiskinan Pengangguran Dari Sudut Pandang Sanitasi, di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut dia, selama masa pemerintahannya, SBY telah melakukan usaha yang maksimal dalam pengolahan sampah, drainase, dan pengolahan air limbah. Lebih jauh Dian berjanji, jika SBY-Boediono terpilih, keduanya akan lebih fokus pada permasalahan tersebut.

"Akan mendorong alokasi dana yang banyak, mendorong swasta lebih peduli dengan sanitasi melalui progran CSR. Selain itu, masyarakat juga perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya sanitasi yang baik," ujar dia.

Sementara itu, Zarmansyah, tim sukses pasangan JK-Wiranto, pada kesempatan yang sama menjelaskan, pasangan yang diusung dari Partai Golkar dan Hanura itu telah memikirkan permasalahan tersebut sampai hal terkecil. "Kalau tidak salah, pada debat keempat temanya adalah tentang sanitasi. Pada saat debat tersebut akan dipaparkan secara detail tentang masalah itu," paparnya.

Pada debat semalam, lanjut Zarmansyah, JK telah melontarkan mengenai masalah air. "Itu juga bukti dari kepedulian Pak JK. Kita harus melihat air tidak hanya semata-semata dari sisi lingkungan, tapi juga amanah yang harus dilakukan pemerintah," kata dia.

Masalah sanitasi, ujar Zarmansyah, bukanlah hal yang baru bagi JK. "Di Golkar masalah ini telah kita bahas sejak 10 tahun, sekarang akan kita terapkan. Sesuai dengan prinsip kita lebih cepat lebih baik," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau