Dunia Pendidikan Perlu Dukung Industri Kreatif

Kompas.com - 26/06/2009, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekayaan budaya dan kemajuan teknologi saat ini merupakan basis bagi perkembangan industri kreatif, untuk itulah dunia pendidikan Indonesia perlu menambah dukungannya bagi perjalanan industri tersebut ke depan.

Hal tersebut diutarakan oleh Deputi Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek (Deputi PPI) Idwan Suhardi dalam jumpa pers Pameran Pekan Produksi Kreatif Indonesia 2009 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (26/6).

Idwan menambahkan, bagi kemajuan industri kreatif Indonesia saat ini dan ke depan mutlak diperlukan adanya interaksi dan sinergi kuat di antara para stakeholder yang terdiri dari kalangan dunia pendidikan (akademisi), pebisnis (pengusaha), dan pemerintah.

"Kementerian Ristek hanya memfasilitasi dan memberikan sedikit insentif agar insan kreatif bisa terus tumbuh, kami melakukan ini memang untuk merangsang kemajuan para pelaku industri kreatif," ujar Idwan.

Bersama Departemen Pendidikan Nasional, misalnya, Ristek saling bersinergi baik dari sisi pemberian fasilitas maupun pemberian insentif.

"Insentif tersebut sebesar Rp 50 juta per paket yang setahun bisa mencapai 10 sampai 20 paket, semisal untuk penelitian dan riset, serta pengkajian-pengkajian teknologi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau