SBY Telat, Perayaan Hari Antinarkoba Internasional Molor

Kompas.com - 26/06/2009, 16:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perayaan Hari Antinarkoba Internasional yang dipusatkan di Gelora Bung Karno hari ini, Jumat (26/6), yang dijadwalkan dimulai jam 14.00, tetapi sampai saat ini belum juga dimulai.

Kehadiran Presiden Republik Indonesia masih ditunggu oleh panitia dan ribuan orang yang memadati tribun Gelora Bung Karno. Beberapa kali teriakan para peserta menandakan kebosanan mereka terhadap acara yang molor terlalu lama.

Paduan suara yang bersiap di panggung sedari 1 jam lalu, mulai berjalan-jalan dan berbincang satu sama lain. Puluhan wartawan televisi dan fotografer juga sudah mengarahkan kameranya ke tribun VIP untuk menangkap kedatangan Presiden. Tampak kursi kuning yang akan diduduki beliau masih kosong.

Tema untuk acara ini adalah "Indonesia Bersih Narkoba" atau disingkat dengan "Indonesia Bersinar". Tema ini selaras dengan visi Badan Narkotika Nasional untuk membersihkan Indonesia dari narkoba pada tahun 2015.

Saat ini tribun Gelora Bung Karno sudah mulai dipadati oleh jajaran kepolisian Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional dan Provinsi, LSM-LSM Antinarkoba, dan banyak dari massa kepemudaan yang di antaranya berasal dari beberapa sekolah di Jakarta. Acara akan dibawakan oleh pembawa acara Choky Sitohang dan dimeriahkan Wisnu Idol, Mata Band, Radja Band, dan Ticket Band.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau