Debat Mendatang, KPU Undang Perawat dan Dokter

Kompas.com - 26/06/2009, 19:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan pelaksanaan debat calon wakil presiden kedua, Selasa (30/6) mendatang, akan lebih meriah. Pasalnya, KPU akan mengundang perawat dan dokter lengkap menggunakan seragamnya.

"Kami akan mengundang misalnya perawat, dokter, dengan kostumnya masing-masing sehingga debat bisa lebih berwarna lagi," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (26/6).

Debat cawapres mendatang, mengambil tema "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia" dengan moderator Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fachmi Idris. Agak berbeda dengan pagelaran tiga debat sebelumnya, debat kali ini akan digelar di Hotel Bumikarsa Bidakara, Ruang Birawa. Sebelumnya, debat digelar di studio stasiun televisi penyelenggara.

Putu memaparkan, sore tadi pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan seluruh tim kampanye nasional masing-masing kandidat, moderator debat Fachmi Idris, dan perwakilan pihak stasiun televisi penyelenggara debat cawapres, TV One. Dalam rapat tersebut sepakat akan memperbaiki teknis debat. Yakni, pertama, debat berikutnya moderator tidak akan mengambil alokasi waktu terlalu banyak.

Kedua, menghilangkan back drop dan setting penonton diatur dengan posisi melingkar. "Kandidat ada di tengah-tengah dan kandidat dipaksa mobiling. Tidak ada back drop, back drop-nya penonton," ujarnya. Dan ketiga, memperbanyak sesi debat dan mengurangi sesi pendalaman.

Selain itu, agar lebih semarak, timkamnas diatur agar berdiri saat sesi perkenalan cawapres. "Agar lebih hangat. Kami juga sudah mem-briefe moderator agar sangat fokus dan tajam dalam memberikan pertanyaan sehingga kelihatan jawaban kandidat berbeda," tuturnya.

Rapat tersebut juga melakukan hasil evaluasi pelaksanaan debat capres kemarin. Menurut Putu, seluruh peserta rapat menyatakan cukup puas dengan debat kemarin. Diharapkan, debat mendatang dapat berlangsung lebih seru lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau