Berkat Iklan, KPU Hemat Anggaran Debat 70 Persen

Kompas.com - 26/06/2009, 20:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan debat capres dan cawapres menuai kritikan dari berbagai kalangan, termasuk masalah jeda iklan yang dianggap terlalu banyak. Terkait hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara debat, angkat bicara.

Anggota KPU I Gusti Putu Artha membeberkan KPU tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk pelaksanaan 5 kali debat. Sesuai APBN, untuk 5 kali debat hanya dianggarkan sebesar Rp 750 juta. Padahal, dibutuhkan biaya setidaknya Rp 500 juta untuk pagelaran 1 kali debat.

"Kita hanya punya duit Rp 750 juta itu untuk 5 kali debat itu kan tidak akan cukup. Teman-teman timkamnas juga sudah tahu bahwa untuk sekali debat perlu sekitar Rp 500 juta untuk satelit segala macam," jelasnya, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (26/6).

Sesuai UU Pilpres No.42, KPU menyelenggarakan debat capres dan cawapres sebanyak 5 kali. Dimana debat capres sebanyak 3 kali, dan debat cawapres sebanyak 2 kali. Oleh karena itu, KPU lantas bekerjasama dengan 5 stasiun televisi dengan biaya debat ditanggung bersama.

Hasil kerjasama disepakati KPU hanya menanggung konsumsi dan honor moderator, sedangkan sisanya ditanggung oleh pihak stasiun televisi dan penerimaan iklan yang masuk. Bahkan, Putu mengatakan dengan adanya iklan, KPU dapat menghemat anggaran negara sebesar 70 persen.

"KPU hanya konsumsi dan moderator. Sehingga hampir 70 persen dari Rp 750 juta itu bisa dikembalikan ke kas negara lagi. Hemat. Itu kan kebih bagus," ujarnya.

Ia melanjutkan bila tidak menerima iklan dan hanya mengandalkan anggaran sebesar Rp 750 juta tersebut, dikhawatirkan kualitas tayangan debat tidak bagus karena mepetnya anggaran.

"Kita ingin menampilkan sesuatu yang dasyat luar biasa, elegan, dan mewah, " tuturnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau