SEMARANG, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Prabowo Subianto menyatakan, kekayaan bangsa selama ini telah tergerus oleh bangsa asing dan tidak pernah kembali ke rakyat. Hal ini akan berlanjut jika pemimpin yang akan meneruskan pemerintahan tidak memiliki kehendak politik yang berpihak kepada rakyat.
"Kenapa tidak bisa kita kelola dan jaga sendiri kekayaan tersebut. Padahal, yang terpenting kan adalah kemauan politik (political will) dari pemimpinnya," ujar Prabowo, saat sedang berkunjung ke kantor redaksi harian Suara Merdeka di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/6).
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi hasilnya tidak pernah dirasakan oleh rakyatnya. Hal ini ironis mengingat bahan baku diekspor ke luar negeri untuk diolah, kemudian hasilnya baru bisa dinikmati oleh warga negara Indonesia dengan harga mahal.
"Kekayaan kita sangat luar biasa melimpah, tetapi hilangnya juga luar biasa," ucap Prabowo. Untuk itu, Prabowo mengaku tidak akan berhenti menyadarkan warga Indonesia mengenai bahayanya ekonomi liberal yang dapat membuat rakyat semakin miskin.
Selama ini pemerintah dinilai hanya berpihak pada pemodal besar, tetapi tidak tergugah untuk melindungi yang miskin. Akibatnya, banyak pedagang tradisional yang tergusur, nelayan semakin sulit mencari ikan, dan banyak perajin yang kolaps karena kesulitan mencari bahan baku. "Rakyat tinggal memilih, mau melanjutkan sistem yang keliru atau perubahan," kata Prabowo.
Selain mengingatkan mengenai kekayaan yang bocor, Prabowo juga menekankan mengenai pentingnya perhatian terhadap masalah ketenagakerjaan, terutama penghapusan buruh outsourcing.
"Namun, bukan hanya satu arah saja. Pengusaha juga tidak akan diberikan aturan yang menghambat agar dapat terus menyediakan lapangan pekerjaan," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang